Pertumbuhan Kredit Tinggi, Prospek Sektor Perbankan Cerah
Selasa, 23 April 2024 - 20:00 WIB
loading...
Prospek sektor perbankan disebut cerah seiring masih tingginya pertumbuhan kredit. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Sektor perbankan dinilai memiliki prospek cerah seiring dengan proyeksi pertumbuhan kredit yang tetap tinggi, sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia (BI) di kisaran 10-12%.
"Rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio juga masih relatif terjaga di bawah 85%, dan dengan tingkat kredit tidak lancar yang juga masih rendah, ruang bagi peningkatan pertumbuhan kredit juga masih terbuka,” kata Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto di acara Media Day di Jakarta, Selasa (23/4/2024).
Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Berakhir, Sudah Siapkah Perbankan?
Rully menuturkan, kondisi tersebut merupakan hasil dari kebijakan makroprudensial pemerintah yang pro-growth. Pertumbuhan kredit pada bulan Januari 2024 tercatat cukup tinggi mencapai 11,8% year on year (yoy), tertinggi pada hampir lima tahun terakhir. Sedangkan pertumbuhan kredit pada bulan Februari 2024 sedikit lebih rendah tapi tergolong tetap tinggi sebesar 11,3% yoy. Sementara, Gross NPL pada periode yang sama tetap rendah, yaitu 2,35%.
"Kami memandang bahwa dengan kebijakan makroprudensial yang longgar dan disertai dengan likuiditas yang masih memadai, pertumbuhan kredit masih akan tetap kuat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia meski di tengah berbagai tantangan di sepanjang tahun 2024 ini," ujar Rully.
"Rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio juga masih relatif terjaga di bawah 85%, dan dengan tingkat kredit tidak lancar yang juga masih rendah, ruang bagi peningkatan pertumbuhan kredit juga masih terbuka,” kata Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto di acara Media Day di Jakarta, Selasa (23/4/2024).
Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Berakhir, Sudah Siapkah Perbankan?
Rully menuturkan, kondisi tersebut merupakan hasil dari kebijakan makroprudensial pemerintah yang pro-growth. Pertumbuhan kredit pada bulan Januari 2024 tercatat cukup tinggi mencapai 11,8% year on year (yoy), tertinggi pada hampir lima tahun terakhir. Sedangkan pertumbuhan kredit pada bulan Februari 2024 sedikit lebih rendah tapi tergolong tetap tinggi sebesar 11,3% yoy. Sementara, Gross NPL pada periode yang sama tetap rendah, yaitu 2,35%.
"Kami memandang bahwa dengan kebijakan makroprudensial yang longgar dan disertai dengan likuiditas yang masih memadai, pertumbuhan kredit masih akan tetap kuat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia meski di tengah berbagai tantangan di sepanjang tahun 2024 ini," ujar Rully.
Lihat Juga :