Tumbuh 8,2%, DGNS Bukukan Pendapatan Rp41,7 M di Kuartal I-2024
Selasa, 30 April 2024 - 16:08 WIB
loading...
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) membukukan pendapatan sebesar Rp41,7 miliar di kuartal I-2024. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) pada kuartal I-2024 mencatatkan pendapatan sebesar Rp41,7 miliar, tumbuh 8,2% dari kuartal IV-2023 yang sebesar Rp38,6 miliar. Perseroan di periode yang sama juga sukses membalikkan kerugian bersih sebesar Rp3,1 miliar di kuartal IV-2023 menjadi laba bersih sebesar Rp217 juta.
Corporate Secretary PT Diagnos Laboratorium Utama Fanfan Riksani mengatakan, capaian ini mencerminkan kekuatan dan ketahanan operasional perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar serta menunjukkan efisiensi operasional yang signifikan.
Baca Juga: Asal Bayar Pajak, Bawa Barang dari Luar Negeri Tak Lagi Dibatasi
"Perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi biaya, dengan margin laba kotor yang meningkat dari 43,9% di kuartal IV-2023 menjadi 45,3% di kuartal I-2024," ungkap Fanfan dalam keterangan resminya, Selasa (30/4/2024).
Peningkatan ini, jelas dia, didukung oleh penurunan biaya usaha dari Rp16,4 miliar kuartal sebelumnya menjadi Rp15,3 miliar, meskipun terjadi peningkatan pendapatan. "Penurunan ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya operasional secara lebih efisien," tandasnya.
Corporate Secretary PT Diagnos Laboratorium Utama Fanfan Riksani mengatakan, capaian ini mencerminkan kekuatan dan ketahanan operasional perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar serta menunjukkan efisiensi operasional yang signifikan.
Baca Juga: Asal Bayar Pajak, Bawa Barang dari Luar Negeri Tak Lagi Dibatasi
"Perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi biaya, dengan margin laba kotor yang meningkat dari 43,9% di kuartal IV-2023 menjadi 45,3% di kuartal I-2024," ungkap Fanfan dalam keterangan resminya, Selasa (30/4/2024).
Peningkatan ini, jelas dia, didukung oleh penurunan biaya usaha dari Rp16,4 miliar kuartal sebelumnya menjadi Rp15,3 miliar, meskipun terjadi peningkatan pendapatan. "Penurunan ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya operasional secara lebih efisien," tandasnya.
Lihat Juga :