alexametrics

MNC Asset Management Targetkan Dana Kelolaan Nasabah Rp8,5 Triliun

loading...
MNC Asset Management Targetkan Dana Kelolaan Nasabah Rp8,5 Triliun
Direktur Utama MNC Kapital, Wito Mailoa, berbicara dihadapan para nasabah retail High Network dalam acara MNC Asset Management Investor Gathering di Gedung MNC Financial. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - PT MNC Asset Management memperkuat loyalitas nasabah dengan menggelar investor gathering yang bertemakan Capital Market Outlook 2019 & Managing Asset Quality. Acara tersebut dihadiri nasabah Retail High Network dari MNC Asset Management

Direktur Utama MNC Kapital, Wito Mailoa, mengatakan acara ini sangat bagus untuk mengenal lebih dekat siapa saja nasabah dari MNC Asset. Di sisi lain ini juga dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada nasabah untuk memberi tahu mengenai kondisi perekonomian di tahun 2019.

"Saya mewakili MNC Kapital sangat senang hari ini MNC Aset melakukan investor gathering. Hal ini untuk memperbaiki dan mempererat hubungan dengan investor," ujar Witodi Gedung MNC Financial Center Jakarta, Selasa (29/1/2019).



Menurut dia, dengan investor gathering ini juga diharapkan bisa menambah jumlah nasabah dan dana kelolaan milik nasabah di 2019. Pada tahun ini, perseroan menargetkan dana kelolaan nasabah bisa mencapai Rp8,5 triliun.

"Tentunya jumlah nasabah akan bertambah, jumlah uang juga bertambah. Dengan jadi mengerti produk produk di MNC Asset diharapkan bisa mendapatkan return dengan baik," katanya.

Chief Marketing Officer MNC Asset Management, Febriyani S Yahya, mengatakan diadakannya pemaparan komprehensif Capital Market Outlook 2019 & Managing Asset Quality merupakan bentuk komitmen MNC Asset Management untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah baik retail, institusi dan agen penjual efek reksa dana.

Selain itu, sebagai wujud nyata dalam mengembangkan industri investasi reksa dana di Indonesia. "Supaya nasabah lebih dekat dengan fund managernya. Sehingga jadi tahu siapa yang meracik portofolio dana mereka," katanya.

Febri juga menambahkan, untuk tahun 2019, kondisi pasar modal diprediksi cenderung lebih positif. Hal tersebut terlihat dari nilai wajar posisi IHSG saat ini, serta kinerja emiten yang berpotensi tumbuh positif. Sedangkan fixed income lebih netral dengan pertimbangan tren kenaikan suku bunga global dan nilai tukar rupiah yang relatif melemah.

"Tren tahun lalu masih obligasi, tapi tahun ini portofolio kita hampir 50% lebih ke saham. Artinya potensinya sangat besar sekali. Jadi tahun 2019 itu adalah tahunnya saham," katanya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak