alexametrics

Sepanjang 2018, Laba Bersih CIMB Niaga Tumbuh 16,9%

loading...
Sepanjang 2018, Laba Bersih CIMB Niaga Tumbuh 16,9%
CIMB Niaga mencetak laba bersih Rp3,5 triliun sepanjang tahun 2018 lalu. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mengumumkan, perolehan laba bersih konsolidasi (diaudit) pada akhir Desember 2018 sebesar Rp3,5 triliun atau tumbuh 16,9% (year on year/yoy). Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan nonbunga atau Non-Interest Income (NoII) yang naik sebesar 13,8% menjadi Rp3,8 triliun, serta penurunan pada biaya kredit sebesar 63 bps, dari 2,26% menjadi 1,63%.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, peningkatan pada pendapatan operasional utamanya didorong oleh pendapatan nonbunga yang tumbuh sebesar 13,8%.

"Sejalan dengan aspirasi untuk tetap fokus pada kualitas aset, biaya pencadangan turun sebesar 25,7%. Kami akan terus menjaga target pertumbuhan sekaligus memperhatikan kualitas aset sebagai prioritas utama," ujar Tigor di Jakarta, Rabu (20/2/2019).



Sementara itu, jumlah kredit yang disalurkan tumbuh 1,8% menjadi Rp188,5 triliun. Tigor menuturkan, kenaikan tersebut utamanya dikontribusikan oleh pertumbuhan pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 11,2% menjadi Rp30,0 triliun, kredit Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) sebesar 8,5% menjadi Rp29,6 triliun dan kartu kredit sebesar 5,5% menjadi Rp8,6 triliun.

Adapun total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp190,8 triliun, dengan rasio dana murah alias current account and saving account (CASA) sebesar 52,61% dan tabungan yang tumbuh sebesar 8,5%. "Hal ini sejalan dengan komitmen Bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience," papar Tigor.

Ke depan, perseroan akan terus fokus memperbesar bisnis konsumer dan UKM, meningkatkan CASA serta memperkuat proposisi bisnis Syariah dan penawaran produk Syariah. Capital Adequacy Ratio (CAR) CIMB Niaga tercatat sebesar 19,66% meningkat 106 bps (yoy).

Di segmen perbankan Syariah, total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) mencapai Rp26,5 triliun dengan DPK sebesar Rp23,7 triliun. Di samping itu, CIMB Niaga akan terus memperkuat layanan digital dan mulai mengurangi beberapa kantor cabangnya guna lebih memberikan kemudahan pelayanan bagi nasabah.

Penguatan digital terus dilakukan seiring dengan telah dikeluarkannya izin dari regulator terkait dengan transaksi pembayaran menggunakan fitur kode atau QR Code. Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan menuturkan, pada Oktober 2018 perseroan telah meluncurkan QR Code.

Izin penyelenggaraan sistem pembayaran nontunai berbasis QR Code diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas khususnya masyarakat yang memiliki usaha kecil sehingga tidak memerlukan banyak mesin EDC. CIMB Niaga akan mensosialisasikan dan memperkenalkan kepada masyarakat dan toko-toko kecil sehingga mereka sadar bahwa melakukan pembayaran tidak harus menggunakan cash.

Adapun per 31 Desember 2018, sebanyak 94% dari total transaksi nasabah telah dilakukan melalui layanan digital banking seperti CIMB Clicks, Go Mobile, ATM, dan Rekening Ponsel.

"Kami akan terus mengembangkan produk-produk berbasis digital untuk melengkapi layanan yang diberikan melalui kantor cabang," imbuh Lani.
(fjo)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak