Harga Minyak Dunia Masih Berkutat di Kisaran Level Terendah
Jum'at, 24 Mei 2024 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
Risalah yang dirilis pada hari Rabu dari pertemuan kebijakan terbaru Fed menunjukkan, pembuat kebijakan mempertanyakan apakah suku bunga saat ini cukup tinggi untuk menjinakkan inflasi yang membandel.
Beberapa pejabat mengatakan mereka setuju soal kenaikan biaya pinjaman lagi jika inflasi melonjak. Ketua Fed Jerome Powell dan pembuat kebijakan lainnya, bagaimanapun, mengatakan mereka merasa kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak mungkin.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan bahan bakar.
Sementara itu, penguatan permintaan bensin AS membantu menstabilkan harga menjelang liburan akhir pekan Memorial Day, yang dianggap sebagai awal musim panas AS.
Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan, permintaan bensin di AS mencapai level tertinggi sejak November. Kondisi tersebut mendukung pasar karena pengemudi AS menyumbang sekitar sepersepuluh dari permintaan minyak global, "menjadikan musim mengemudi yang akan datang sebagai pilar pemulihan pertumbuhan permintaan global," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.
Semua mata saat ini sedang tertuju pada Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, bersama-sama atau yang disebut sebagai OPEC +, dan pertemuan mereka pada 1 Juni untuk membahas apakah akan memperpanjang pengurangan produksi minyak sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari.
Beberapa pejabat mengatakan mereka setuju soal kenaikan biaya pinjaman lagi jika inflasi melonjak. Ketua Fed Jerome Powell dan pembuat kebijakan lainnya, bagaimanapun, mengatakan mereka merasa kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak mungkin.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan bahan bakar.
Sementara itu, penguatan permintaan bensin AS membantu menstabilkan harga menjelang liburan akhir pekan Memorial Day, yang dianggap sebagai awal musim panas AS.
Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan, permintaan bensin di AS mencapai level tertinggi sejak November. Kondisi tersebut mendukung pasar karena pengemudi AS menyumbang sekitar sepersepuluh dari permintaan minyak global, "menjadikan musim mengemudi yang akan datang sebagai pilar pemulihan pertumbuhan permintaan global," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.
Semua mata saat ini sedang tertuju pada Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, bersama-sama atau yang disebut sebagai OPEC +, dan pertemuan mereka pada 1 Juni untuk membahas apakah akan memperpanjang pengurangan produksi minyak sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari.
(akr)
Lihat Juga :