5 Negara dengan Mata Uang Terendah di Timur Tengah, Ada Iran dan Irak

Senin, 27 Mei 2024 - 14:58 WIB
loading...
5 Negara dengan Mata...
Daftar urutan nilai tukar mata uang negara Timur Tengah yang paling kecil. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Mata uang negara Timur Tengah memiliki nama yang relatif berbeda. Masing-masing di antaranya juga punya nilai tukarnya sendiri terhadap dolar AS.

Timur Tengah adalah penyebutan terhadap negara-negara yang secara geografis berada di wilayah pertemuan antara Asia, Afrika, dan Eropa. Sebagian orang mengenali kawasan ini berisikan negara-negara mayoritas Muslim seperti Arab Saudi hingga Qatar.

Pada deretan mata uangnya, negara-negara Timur Tengah memiliki nama dan nilai yang sebagian besar berbeda. Sebagai contoh, biasanya untuk mengukur rendah atau tingginya nilai tukar mata uang suatu negara ini akan dibandingkan dengan dolar AS yang dianggap sebagai mata uang internasional.

Mengacu pada dolar AS, berikut ini urutan nilai tukar mata uang negara Timur Tengah yang paling kecil. Berikut 5 negara dengan mata uang terendah di Timur Tengah:

1. Pound Lebanon (Lebanon)

1 Dolar AS = 89.432 Pound Lebanon

Pound Lebanon pertama kali diperkenalkan pada 1930-an dan dipatok terhadap dolar AS. Salah satu titik balik rekor merosotnya Pound Lebanon ke dolar AS terjadi pada awal 2021 lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Rekomendasi
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Berita Terkini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved