Jadi Bahan Masakan Restoran di Belanda, Gula Aren Banyumas Kian Mendunia
Selasa, 28 Mei 2024 - 08:33 WIB
loading...
Melalui Nesia Food VOF, produk gula aren Banyumas yang disuplai CV Hugo Inovasi merambah pasar Belanda. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Belanda menjadi salah satu negara dengan diaspora Indonesia terbanyak di dunia. Karena itu pula bisnis yang terkait dengan orang Indonesia di sana menjadi potensi yang menggiurkan bagi para pengusaha diaspora di Belanda.
Hal itu pula yang mendorong Takim Santosa memulai bisnis sebagai importir produk Indonesia ke Belanda. Setelah sebelumnya bekerja di perusahaan lain, untuk mewujudkan mimpinya Takim memulai perusahaannya sendiri yang dinamakan Nesia Food VOF.
Baca Juga: UMKM: Katalisator Ekonomi Indonesia?
"Saya lebih fokus mengimpor bahan makanan kering dari supplier UMKM dan korporasi di Indonesia. Dengan banyaknya perantau dari Indonesia yang tinggal di Belanda, produk-produk ini dicari oleh mereka baik untuk konsumsi langsung ataupun diolah kembali," ujar Takim.
Takim juga mengatakan, salah satu supplier terbesarnya adalah produsen gula aren yaitu CV Hugo Inovasi yang berbasis di Banyumas, Jawa Tengah. "Gula aren sangat dibutuhkan di Belanda untuk diolah kembali menjadi menu khas Indonesia di restoran milik diaspora. Saya dipertemukan dengan CV Hugo Inovasi melalui program business matching dari BNI," ujarnya.
Karena itu, Takim berharap dapat terus bekerja sama dengan BNI agar dapat dipertemukan dengan supplier-supplier UMKM yang berkualitas. Takim juga telah berencana untuk mengajukan fasilitas Diaspora Loan BNI untuk pembelian gudang.
Baca Juga: Beda Nasib PNS dan Pegawai Swasta, Antara Gaji ke-13 dan Potongan Tapera
Hal itu pula yang mendorong Takim Santosa memulai bisnis sebagai importir produk Indonesia ke Belanda. Setelah sebelumnya bekerja di perusahaan lain, untuk mewujudkan mimpinya Takim memulai perusahaannya sendiri yang dinamakan Nesia Food VOF.
Baca Juga: UMKM: Katalisator Ekonomi Indonesia?
"Saya lebih fokus mengimpor bahan makanan kering dari supplier UMKM dan korporasi di Indonesia. Dengan banyaknya perantau dari Indonesia yang tinggal di Belanda, produk-produk ini dicari oleh mereka baik untuk konsumsi langsung ataupun diolah kembali," ujar Takim.
Takim juga mengatakan, salah satu supplier terbesarnya adalah produsen gula aren yaitu CV Hugo Inovasi yang berbasis di Banyumas, Jawa Tengah. "Gula aren sangat dibutuhkan di Belanda untuk diolah kembali menjadi menu khas Indonesia di restoran milik diaspora. Saya dipertemukan dengan CV Hugo Inovasi melalui program business matching dari BNI," ujarnya.
Karena itu, Takim berharap dapat terus bekerja sama dengan BNI agar dapat dipertemukan dengan supplier-supplier UMKM yang berkualitas. Takim juga telah berencana untuk mengajukan fasilitas Diaspora Loan BNI untuk pembelian gudang.
Baca Juga: Beda Nasib PNS dan Pegawai Swasta, Antara Gaji ke-13 dan Potongan Tapera
Lihat Juga :