G7 Gagal Rampungkan Rencana Rebut Aset Rusia Rp4.807 T yang Dibekukan

Selasa, 28 Mei 2024 - 11:40 WIB
loading...
A A A
Setelah dimulainya konflik Ukraina pada awal 2022, negara-negara Barat telah memblokir sekitar USD300 miliar aset milik bank sentral Rusia sebagai bagian dari sanksi terhadap Moskow. Sekitar dua pertiga dari dana ini disimpan di lembaga kliring Uni Eropa Euroclear, dan sisanya sebagian besar belum dimanfaatkan di negara-negara Uni Eropa lainnya, dan ada sekitar USD5 miliar di AS.

Sementara itu ketika Washington sangat ingin menyita aset secara langsung, G7 dilaporkan masih menolak opsi tersebut, lantaran kekhawatiran anggota Eropa bahwa hal itu akan merusak kredibilitas keuangan mereka dan mencegah negara-negara lain menyimpan aset mereka di blok tersebut.

Sebaliknya, kelompok ini fokus pada cara-cara untuk memanfaatkan keuntungan yang dihasilkan dari aset Rusia yang disita, dan bagaimana menggunakannya.

Menurut laporan yang mengutip peserta KTT, salah satu opsi yang paling banyak dibahas adalah menggunakan keuntungan dari dana yang dibekuan sebagai jaminan pinjaman miliaran dolar ke Kiev.

Namun Menteri Keuangan Jerman, Christian Lindner mengatakan, pada hari Jumat bahwa "masih harus dilihat apakah mungkin untuk memperkenalkan instrumen semacam itu" karena dampak hukum yang mungkin ditimbulkannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Lesca Gadai Premier...
Lesca Gadai Premier Ubah Barang Mewah Jadi Aset Resiliensi Finansial
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rekomendasi
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Infografis
5 Teknologi Unggul Rusia...
5 Teknologi Unggul Rusia yang Mampu Mengalahkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved