Turki Stop Perdagangan dengan Israel, Importir Zionis Kelimpungan

Selasa, 28 Mei 2024 - 13:51 WIB
loading...
A A A
Kendati hanya menyumbang sekitar 5% dari impor Israel, Wakil Direktur Jenderal Asosiasi Pembangun Israel Shay Pauzner mengatakan, Turki menyumbang sekitar 40% semen yang diimpor negara tersebut. Meski industri ini kemudian beralih ke pemasok semen Eropa, harganya akan jauh lebih mahal dibandingkan semen dari Turki, yang terkenal dengan produk industrinya yang murah. "Ini masalah, tapi bukan bencana," ujarnya.

Sementara itu, dua importir mobil utama Israel mengatakan beberapa model mobil Toyota dan Hyundai tertahan di pelabuhan Turki karena larangan perdagangan. Union Motors, importir Toyota Israel, mengatakan larangan itu berdampak pada pengiriman model Corolla dan C-HR dan pihaknya sedang mencari solusi. Colmobil, yang mengimpor mobil Hyundai dari Turki, mengatakan pihaknya menangguhkan pesanan untuk beberapa model dan bekerja sama dengan pabrikan tersebut untuk mencari solusi pasokan.

Demikian pula, Diplomat – salah satu importir terbesar di Israel – mengatakan pihaknya sedang berusaha mencari alternatif selain Turki untuk mendatangkan berbagai produk konsumen, termasuk merek dari Heinz, Gillette, Braun dan Pampers.

Para pejabat Israel mengatakan mereka berencana meningkatkan produksi lokal untuk mencegah kekurangan. Survei Asosiasi Produsen Israel pekan lalu menemukan bahwa 80% produsen memiliki alternatif selain Turki, sementara 60% mengatakan mereka memiliki persediaan tiga bulan. "Meskipun kita sudah kecanduan terhadap impor murah dari Turki kita akan baik-baik saja tanpa produk tersebut," kilahPresiden Asosiasi Produsen Israel Ron Tomer.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Turki Naikkan Tarif Listrik dan Gas Rumah Tangga 25%
Iran Hentikan Pasokan...
Iran Hentikan Pasokan Gas ke Turki, Picu Lonjakan Harga Energi Global
Mentan Amran Waswas,...
Mentan Amran Waswas, Perang Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Pangan
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Rekomendasi
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved