alexametrics

Tembus Target, Investasi Capai Rp2.572,30 Triliun di Periode 2015-2018

loading...
Tembus Target, Investasi Capai Rp2.572,30 Triliun di Periode 2015-2018
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat tren pertumbuhan realisasi investasi selama empat tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup positif. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat tren pertumbuhan realisasi investasi selama empat tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup positif. Tercatat selama kurun waktu 2015-2018, realisasi investasi mencapai Rp2.572,30 triliun melampaui target dalam rencana strategis BKPM sebesar Rp2.558,10 triliun.

“Tahun lalu terjadi perlambatan investasi, namun ini tidak lepas dari perkembangan investasi global yang juga menurun,” ujar Kepala BKPM Thomas Lembong dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2019, di Nusantara Hall, ICE Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Selasa (12/3/2019).

Sambung dia menambah, realisasi investasi untuk periode tahun 2018 mencapai Rp721,3 triliun, meningkat sebesar 4,1% dibandingkan tahun 2017. Dibandingkan dengan target realisasi investasi RPJMN sebesar Rp 765 trilliun, investasi tahun 2018 tercapai sebesar 94,3%.



“Total realisasi investasi PMDN tahun 2018 mencapai Rp328,6 triliun menunjukkan peningkatan sebesar 25,3%, dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp262,3 triliun. Sedangkan total realisasi investasi PMA tahun 2018 adalah sebesar Rp392,7 triliun, turun 8,8% dibandingkan realisasi investasi PMA tahun 2017 sebesar Rp430,5 triliun,” paparnya.

Sebagai informasi, pada periode sebelumnya realisasi investasi tahun 2017 menembus angka Rp 692,8 triliun, melampaui target realisasi investasi PMDN dan PMA tahun 2017 sebesar Rp 678,8 triliun. Realisasi investasi tahun 2016 tercatat sebesar Rp 612,8 triliun, atau meningkat 12,4% dibandingkan periode tahun 2015, sebesar Rp545,4 triliun.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak