Menguji Dedolarisasi Skala Besar, China Manfaatkan Hubungan dengan Rusia

Kamis, 30 Mei 2024 - 12:16 WIB
loading...
Menguji Dedolarisasi...
Hubungan China-Rusia memungkinkan China untuk benar-benar menguji dedolarisasi dalam skala besar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Yuan Renminbi (RMB) semakin banyak digunakan dalam transaksi internasional oleh mitra dagang China , khususnya Rusia, setelah aset Kremlin sebagian besar dibekukan dari sistem keuangan global setelah invasinya ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Yuan tercatat menyumbang sekitar sepertiga dari perdagangan Rusia, pada Desember 2023.

"Hubungan China-Rusia memungkinkan China untuk benar-benar menguji dedolarisasi dalam skala besar," ucap Direktur Strategi Makro Global di perusahaan jasa keuangan StoneX Group Inc., Vincent Deluard seperti dilansir Newsweek.

Baca Juga: Menilik Awal Dedolarisasi: Langkah Bertahap China Buang USD

Transaksi internasional China dalam Yuan melampaui yang dilakukan dalam dolar untuk pertama kalinya pada kuartal pertama 2023, menurut analisis Nikkei. Baca Juga: Sanksi Barat ke Rusia Bakal Jadi Senjata Makan Tuan buat AS, Dedolarisasi Buktinya

Daya tarik mata uang Yuan juga memikat negara-negara pihak ketiga yang ikut memakainya dalam perdagangan. Seperti, pemerintah Bangladesh usai memberi lampu hijau pembayaran USD318 juta dalam Renminbi (RMB) kepada Perusahaan Energi Atom Negara Rosatom Rusia untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Rooppur.

Penggunaan Yuan juga tercatat cukup besar di Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin. Pada bulan November, China dan sesama anggota BRICS Arab Saudi menandatangani perjanjian pertukaran mata uang senilai USD7 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Rekomendasi
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Berita Terkini
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved