Sanksi Barat ke Rusia Bakal Jadi Senjata Makan Tuan buat AS, Dedolarisasi Buktinya
Rabu, 22 Mei 2024 - 17:37 WIB
loading...
AS dinilai salah perhitungan ketika menjatuhkan sanksi keras terhadap Rusia, pasalnya efek yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan oleh Kremlin. Akan tetapi Barat juga merasakan efek negatif dari pembatasan ekonomi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dinilai salah perhitungan ketika menjatuhkan sanksi keras terhadap Rusia, pasalnya efek yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan oleh Kremlin. Akan tetapi Barat juga merasakan efek negatif dari pembatasan ekonomi yang diberlakukan terhadap Rusia.
Menurut ekonom, Jeff Rubin seperti dilansir Business Insider, Ia berpikir kubu Barat sudah membuka "kotak Pandora" dengan konsekuensi yang tidak diinginkan saat menerapkan pembatasan setelah invasi Rusia ke Ukraina .
Baca Juga: Sanksi Barat Menakutkan, 10 Negara ASEAN Bakal Tinggalkan Dolar AS
"Yang paling jelas dari konsekuensi itu adalah kebangkitan inflasi, yang telah lama terkubur selama lebih dari empat dekade. Sanksi menjadi pemicu kebangkitan dramatisnya," tulis Rubin dalam sebuah op-ed untuk The Globe and Mail.
AS dan negara-negara Barat lainnya telah memperkenalkan sejumlah sanksi yang menargetkan barang-barang Rusia, termasuk larangan aliran energi Rusia dan pembatasan harga minyak Rusia sebesar USD60 yang diperdagangkan menggunakan perusahaan pengiriman dan asuransi Barat.
Menurut ekonom, Jeff Rubin seperti dilansir Business Insider, Ia berpikir kubu Barat sudah membuka "kotak Pandora" dengan konsekuensi yang tidak diinginkan saat menerapkan pembatasan setelah invasi Rusia ke Ukraina .
Baca Juga: Sanksi Barat Menakutkan, 10 Negara ASEAN Bakal Tinggalkan Dolar AS
"Yang paling jelas dari konsekuensi itu adalah kebangkitan inflasi, yang telah lama terkubur selama lebih dari empat dekade. Sanksi menjadi pemicu kebangkitan dramatisnya," tulis Rubin dalam sebuah op-ed untuk The Globe and Mail.
AS dan negara-negara Barat lainnya telah memperkenalkan sejumlah sanksi yang menargetkan barang-barang Rusia, termasuk larangan aliran energi Rusia dan pembatasan harga minyak Rusia sebesar USD60 yang diperdagangkan menggunakan perusahaan pengiriman dan asuransi Barat.
Lihat Juga :