Jika Perang Dagang Pecah, China: Tanggung Jawab UE Sepenuhnya

Senin, 24 Juni 2024 - 14:41 WIB
loading...
A A A
Pendapat senada diungkapkanDick Roche, mantan Menteri Urusan Irlandia Urusan Eropa dan mantan Menteri Lingkungan Hidup, mengatakan pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang China untuk UE di Brusselspekan lalu."Perubahan teknologi akan menjadi pendorong utama transisi hijau dan digital di Eropa. Suka atau tidak, China merupakan pemimpin dalam teknologi yang sangat penting jika Eropa ingin maju menuju netralitas karbon," tegasnya.

Menurut Roche, hal logis yang harus dilakukan Eropa pada saat ini adalah mengakui kenyataan tersebut dan duduk bersama China dan mitra potensial lainnya untuk mencari solusi bagi perbedaan ideologi, politik, dan administratif yang menghalangi kemajuan.

China dan UE pada hari Sabtu (22/6) sepakat untuk meluncurkan konsultasi mengenai penyelidikan anti-subsidi terhadap kendaraan listrik (EV) China. Pengamat mengatakan bahwa langkah tersebut menggarisbawahi ketulusan China dalam berupaya menyelesaikan perselisihan perdagangan melalui perundingan, sekaligus menunjukkan kekhawatiran para pejabat UE mengenai dampak buruk terhadap perusahaan dan konsumen Eropa jika Komisi Eropa (EC) terus menerapkan skema tarif yang didorong oleh politik.

Baca Juga: Presiden Marcos: Filipina Tidak Ingin Memicu Perang dengan China

Para pengamat mengatakan hasil terbaik yang diinginkan China adalah Komisi Eropa, membatalkan keputusan tarifnya sebelum tanggal 4 Juli dan mematuhi peraturan WTO. Mereka juga mendesak UE untuk mengatasi perselisihan berdasarkan fakta dan kerja sama ekonomi dan perdagangan China-UE daripada terganggu oleh faktor politik, terutama tekanan AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Rekomendasi
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved