China Ingin Hidupkan Kembali Hubungan Ekonomi dengan Libya Usai Terkubur 13 Tahun

Selasa, 25 Juni 2024 - 13:45 WIB
loading...
A A A
Baru-baru ini, ada sinyal yang terlihat bahwa China siap untuk kembali membuka diri kepada negara yang kaya energi, namun masih terpecah secara politik tersebut.

Pada 10 Juni, Menteri Ekonomi dan Perdagangan Libya, Mohamed al Hwej mengeluarkan arahan untuk mengaktifkan Kamar Ekonomi Bersama Libya-China. Menteri mendesak hal itu untuk membantu membangun jembatan dan meningkatkan komunikasi investasi antara kedua negara.

Para pejabat China dan Dewan Transisi Nasional Libya telah merundingkan kembalinya China ke Libya, yang merupakan salah satu masalah yang sedang dibahas ketika Perdana Menteri GNU Abdul Hamid Dbeibah, mengunjungi China pada akhir Mei.

Ada pembicaraan antara Perdana Menteri Li Qiang dan Menteri Luar Negeri Wang Yi dengan Abdul Hamid Dbeibah di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri ke-10 Forum Kerjasama China dan Negara-negara Arab, di mana mereka membahas pemulihan kerja sama politik dan ekonomi antara kedua negara.

Li mengatakan, China bersedia bekerja sama dengan Libya untuk memanfaatkan potensi di bawah kerangka Belt and Road Initiative atau jalur sutra modern China, memperkuat kerja sama di bidang-bidang seperti pembangunan infrastruktur dan memberikan lebih banyak dukungan untuk pembangunan Libya.

"Diharapkan Libya akan menyediakan lingkungan bisnis yang adil dan tidak diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan China," kata Li.

Sementara itu, Wang juga menawarkan dukungan China. "Kami selalu mendukung stabilisasi dan pembangunan Libya ... dan proses transisi politik yang dipimpin Libya," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Rekomendasi
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Tiga Dampak Jika Kanada...
Tiga Dampak Jika Kanada Ingin Bergabung dengan Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved