Ekonomi ASEAN Capai Rp58.000 T, Ini Keuntungan Jika Gabung BRICS
Minggu, 30 Juni 2024 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Atlantic Council's Geoeconomics Center baru-baru ini mendiskusikan dedolarisasi, dan mencatat masih belum terbukti namun juga tidak dapat disangkal.
"Demokratisasi bertahap lanskap keuangan global mungkin sedang berlangsung, memberi jalan ke dunia di mana lebih banyak mata uang lokal dapat digunakan untuk transaksi internasional," kata analis Hung Tran dilansir dari Watcher Guru, Minggu (30/6/2024).
Baca Juga: Ini Senjata BRICS untuk Gulingkan Hegemoni Dolar AS
"Di dunia seperti itu, dolar akan tetap dominan, tetapi tanpa pengaruhnya yang besar, dilengkapi dengan mata uang seperti renminbi China dan lainnya. Ini kemungkinan besar adalah realitas yang dicari oleh negara-negara ASEAN. Blok ini menerapkan langkah-langkah untuk memperkuat mata uangnya. Terutama ketika mereka mengurangi prevalensi dolar AS."
BRICS kemungkinan besar akan tumbuh selama dua tahun berturut-turut. Pada tahun 2023, Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara yang pertama kali berekspansi dalam lebih dari 20 tahun terakhir.
"Demokratisasi bertahap lanskap keuangan global mungkin sedang berlangsung, memberi jalan ke dunia di mana lebih banyak mata uang lokal dapat digunakan untuk transaksi internasional," kata analis Hung Tran dilansir dari Watcher Guru, Minggu (30/6/2024).
Baca Juga: Ini Senjata BRICS untuk Gulingkan Hegemoni Dolar AS
"Di dunia seperti itu, dolar akan tetap dominan, tetapi tanpa pengaruhnya yang besar, dilengkapi dengan mata uang seperti renminbi China dan lainnya. Ini kemungkinan besar adalah realitas yang dicari oleh negara-negara ASEAN. Blok ini menerapkan langkah-langkah untuk memperkuat mata uangnya. Terutama ketika mereka mengurangi prevalensi dolar AS."
BRICS kemungkinan besar akan tumbuh selama dua tahun berturut-turut. Pada tahun 2023, Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara yang pertama kali berekspansi dalam lebih dari 20 tahun terakhir.
(nng)
Lihat Juga :