Ekonomi ASEAN Capai Rp58.000 T, Ini Keuntungan Jika Gabung BRICS

Minggu, 30 Juni 2024 - 11:00 WIB
loading...
Ekonomi ASEAN Capai...
BRICS yang dipelopori Rusia dan China akan memiliki kekuatan ekonomi yang lebih besar apabila kawasan ASEAN bergabung. FOTO/Flickr
A A A
JAKARTA - BRICS terus memperluas keanggotaannya hingga ke kawasan ASEAN. Menurut data terbaru, negara-negara ASEAN memiliki produk deomestik bruto (PDB) kolektif sekitar USD3,67 triliun atau Rp58.000 triliun. Selanjutnya, kawasan ini sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan BRICS.

Terdiri dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam telah menjadi aliansi yang menonjol. Sejak 2019, kelompok ini telah mengalami peningkatan PDB dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 2029.

Baca Juga: Rusia Bisa Terseret dalam Perang Israel dan Hizbullah di Lebanon

Hal ini dapat menjadi keuntungan besar bagi blok BRICS, karena berpotensi menambah USD3,67 triliun ke dalam PDB mereka dalam pergeseran ekspansi terbaru mereka. Awal minggu ini, Bloomberg melaporkan bahwa beberapa pemimpin Asia telah berusaha untuk masuk ke dalam BRICS. Selain itu, langkah seperti itu akan menjadi kemenangan besar bagi kelompok ini.

Malaysia dan Thailand telah muncul menjadi yang terdepan, mengumumkan rencana untuk masuk ke dalam blok tersebut. Selain itu, laporan tersebut mencatat bahwa kawasan ini tertarik untuk bergabung dengan sebuah kelompok yang dipandang sebagai lindung nilai terhadap institusi-institusi yang dipimpin Barat.

Atlantic Council's Geoeconomics Center baru-baru ini mendiskusikan dedolarisasi, dan mencatat masih belum terbukti namun juga tidak dapat disangkal.

"Demokratisasi bertahap lanskap keuangan global mungkin sedang berlangsung, memberi jalan ke dunia di mana lebih banyak mata uang lokal dapat digunakan untuk transaksi internasional," kata analis Hung Tran dilansir dari Watcher Guru, Minggu (30/6/2024).

Baca Juga: Ini Senjata BRICS untuk Gulingkan Hegemoni Dolar AS

"Di dunia seperti itu, dolar akan tetap dominan, tetapi tanpa pengaruhnya yang besar, dilengkapi dengan mata uang seperti renminbi China dan lainnya. Ini kemungkinan besar adalah realitas yang dicari oleh negara-negara ASEAN. Blok ini menerapkan langkah-langkah untuk memperkuat mata uangnya. Terutama ketika mereka mengurangi prevalensi dolar AS."

BRICS kemungkinan besar akan tumbuh selama dua tahun berturut-turut. Pada tahun 2023, Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara yang pertama kali berekspansi dalam lebih dari 20 tahun terakhir.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rekomendasi
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Berita Terkini
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Infografis
Alasan RI Gabung BRICS,...
Alasan RI Gabung BRICS, Prabowo: Kita Mau Berada di Mana-mana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved