Ini Senjata BRICS untuk Gulingkan Hegemoni Dolar AS

Sabtu, 29 Juni 2024 - 19:22 WIB
loading...
Ini Senjata BRICS untuk...
BRICS tengah mengembangkan sebuah platform pembayaran yang akan memungkinkan mereka untuk membuang dolar AS. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Organisasi antarpemerintah BRICS dinilaimenunjukkan kinerja yang kuat sepanjang tahun 2024 dalam misi dedolarisasinya. Dipimpin oleh lima pendirinya dan negara-negara anggota yang baru bergabung, aliansi ini telah menegaskan keinginannya untuk membangun dunia multipolar.

Selama beberapa bulan terakhir, organisasi ini secara konsisten mencari cara-cara baru untuk meningkatkan relevansi dan keunggulannya. Hasilnya, selama setahun terakhir, aliansi BRICS pun terus berkembang. Setelah menerima Mesir,Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Etiopia, BRICS juga telah menerima pernyataan minat untuk bergabung dari sejumlah negara, seperti Vietnam, Thailand dan Malaysia.

Di sisi lain, dalam upaya mengatasi dominasi AS, aliansi ini juga telah memanfaatkan berbagai industri dan sumber dayanya guna mencapai tujuan tersebut, yang sejauh ini telah berjalan dengan baik. Salah satu taktik utama blok tersebut adalah dengan meningkatkan pendapatannya adalah melalui industri migas.

Baca Juga: China dan Uni Eropa Saling Balas, BRICS Serukan Lawan Sanksi Barat

Dilansir dari WatcherGuru, Sabtu (29/6/2024), negara-negara anggota BRICS pun terus meningkatkan investasinya pada emas. Karena itu, logam mulia ini diperkirakan akan menjadi penopang mata uang blok tersebut yang masih dalam tahap pengembangan. Aliansi ini diperkirakan bertujuan untuk kembali ke standar emas dan mempertahankan dunia multipolar untuk semua perdagangan dan transaksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Rekomendasi
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Berita Terkini
NHM Peduli Dampingi...
NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved