alexametrics

Pupuk Indonesia Berikan Kelas Kreatif ke Pengusaha Pertanian

loading...
Pupuk Indonesia Berikan Kelas Kreatif ke Pengusaha Pertanian
Menyambut kehadiran Halal Park di jantung kota Jakarta, Pupuk Indonesia bekerja sama dengan pengusaha pertanian Millenial menghadirkan kelas kreatif Urban Farming. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menyambut kehadiran Halal Park di jantung kota Jakarta, Pupuk Indonesia bekerja sama dengan pengusaha pertanian Millenial menghadirkan kelas kreatif “Urban Farming” yang ditujukan kepada anak yatim piatu millennial. Melalui kelas kreatif, Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana berharap dapat membagikan inspirasi kepada kaum muda untuk berani membuka usaha terutama dalam bidang agrikultur yang memiliki potensi pengembangan usahanya masih besar di Indonesia.

"Dengan potensi usaha di bidang pertanian yang masih belum digarap oleh anak muda karena mereka masih enggan untuk terjun langsung apalagi berbisnis di dunia pertanian, kami tidak sabar untuk membagikan semangat generasi muda untuk dapat bergabung bersama kami membangun pertanian Nusantara. Karena kalau bukan dimulai dari sekarang, kapan lagi,” jelasnya. di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Sambung dia, Anak muda inilah yang akan menjadi penggerak ekonomi dalam beberapa tahun ke depan. "Maka dari itu kami ingin mereka menyadari potensi dari bisnis agrikultur ini,” lanjut Wijaya.



Dalam kesempatan tersebut, Pupuk Indonesia juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada 5 orang siswa serta santunan kepada anak yatim. “Beasiswa ini total yang akan kami bagikan adalah 25 orang anak-anak berprestasi yang kurang mampu, baik dari SD, SMP maupun SMA. Sedangkan total santunan nantinya akan dibagikan kepada total 1.000 anak yatim. Pembagian santunan ini sebagai bagian dari program BUMN Hadir Untuk Negeri," paparnya.

Selain meramaikan dengan kegiatan Kelas Kreatif, nantinya Pupuk Indonesia juga bakal memperkenalkan mitra binaan Anak Usahanya dalam bidang kuliner di Halal Park. Berdiri di atas luas tanah 21.000 m2, Halal Park memiliki konsep elaborasi desain aktivitas berbasis konsep halal melalui adaptasi nilai-nilai keislaman yang digabungkan dengan budaya Nusantara ini ditargetkan akan selesai di tahun 2020.

Saat ini, Miniatur Halal Park menyediakan beragam tenant fesyen serta makanan dan minuman yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Sebagai koordinator pelaksana Halal Park, Kementerian BUMN berkontribusi menyediakan produk-produk Rumah Kreatif BUMN (RKB) dari beberapa perusahaan BUMN.

Menurutnya Halal Park akan menjadi ekosistem para pelaku bisnis yang bergerak pada industri gaya hidup halal dari hulu ke hilir yang tidak hanya sebatas pada bidang bisnis fesyen dan makanan dan minuman, tetapi juga bidang lain seperti pariwisata, pendidikan, dankeuangan.

Hal ini sejalan dengan potensi Indonesia yang diprediksi akan menjadi Top 10 ekonomi terbesar di dunia pada 2030. Berdasarkan standar Global Muslim Travel Index (GMTI), Indonesia telah dinobatkan sebagai nomor 1 wisata halal bersaing dengan 130 negara lainnya, termasuk Malaysia, Turki, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, Bahrain, Oman, Brunei dan negara lainnya. Hal ini menjadikan industri gaya hidup halal sebagai angin segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak