Maskapai Garuda Indonesia Buka Rekrutmen, IPK di Bawah 3 Bisa Masuk

Jum'at, 05 Juli 2024 - 15:41 WIB
loading...
Maskapai Garuda Indonesia...
Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia membuka rekrutmen untuk posisi management trainee, di mana tidak mensyaratkan minimal Indek Prestasi Kumulatif atau IPK. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia membuka rekrutmen untuk posisi management trainee, di mana tidak mensyaratkan minimal Indek Prestasi Kumulatif atau IPK . Hal ini diungkap Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra.



Irfan mengatakan, bahwa Garuda telah melakukan rekrutmen management trainee, tanpa mensyaratkan IPK peserta harus di atas 3. Langkah pelonggaran syarat rekrutmen ini diambil karena menurutnya orang dengan IPK di bawah 3 belum tentu bodoh.

"Kita gak rasis, salah satunya kita tidak mensyaratkan indeks prestasi harus di atas 3, karena yang di bawah 3 belum tentu bodoh, seperti saya itu di bawah 3 bapak ibu sekalian," kata Irfan di hadapan Komisi VI DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Rabu (3/7/2024).



Lebih lanjut Irfan menyebut, pihaknya saat ini hanya mensyaratkan minimal S1 dan minimal di bawah 28 tahun. Dengan cara itu menurutnya ada banyak sekali pendaftar, yakni hingga mencapai 30 ribu dari 100 management trainee yang dibutuhkan.

Namun demikian disampaikan Irfan, saat ini perseroan lebih memprioritaskan peserta rekrutmen dari golongan minoritas, baik agama dan juga domisili. Ini dilakukan guna keseimbangan latar belakang peserta management trainee.

“Jadi, buat mereka yang minoritas kita dahulukan, misal agama, kita menerima beberapa management trainee beragama Buddha. Dan beberapa management trainee asal Indonesia Timur, jadi kita balance semaksimal mungkin, enggak bisa selalu mesti dari Jakarta,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Usaha Naik, Garuda...
Beban Usaha Naik, Garuda Indonesia Catat Rugi Rp1,15 Triliun di 2024
Jelang Ramadan Waktu...
Jelang Ramadan Waktu yang Tepat Rekrut Karyawan, Ini Alasannya
Awas Kena Tipu, Surat...
Awas Kena Tipu, Surat Rekrutmen Terbaru KAI Dipastikan Hoax
Roadmap Merger Pelita...
Roadmap Merger Pelita Air dan Citilink Ditarget Rampung Pertengahan 2025
Erick Thohir Pastikan...
Erick Thohir Pastikan Harga Tiket Garuda, Citilink, dan Pelita Air Turun 10%
Bos Baru Garuda Indonesia...
Bos Baru Garuda Indonesia Bakal Tambah Banyak Pesawat di 2025
Irfan Setiaputra Pamit...
Irfan Setiaputra Pamit dari Dirut Garuda Indonesia
GDPS Tegaskan Perekrutan...
GDPS Tegaskan Perekrutan Karyawan Tak Dipungut Biaya alias Gratis
Soal Rekrutmen, RS Medistra...
Soal Rekrutmen, RS Medistra Tegaskan Tak Ada Larangan Berhijab
Rekomendasi
Update Mudik 2025: 83.031...
Update Mudik 2025: 83.031 Kendaraan Melintas di Jalur Gentong Tasikmalaya
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan Lebaran 2025 Senin 31 Maret
Puncak Arus Mudik di...
Puncak Arus Mudik di GT Kalikangkung, Volume Kendaraan Naik 169 Persen
Berita Terkini
Jasa Marga: 1,4 juta...
Jasa Marga: 1,4 juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Saat Puncak Arus Mudik
1 jam yang lalu
Takut Kanada dan UE...
Takut Kanada dan UE Bersekongkol, Trump Beri Ancaman Tarif Lebih Besar
2 jam yang lalu
Aturan Opsen Pajak Baru...
Aturan Opsen Pajak Baru di DKI Jakarta, Ini Ketentuan dan Implikasinya
2 jam yang lalu
Analis Sebut Kebijakan...
Analis Sebut Kebijakan Isolasionis AS Bisa Percepat Dedolarisasi
3 jam yang lalu
BNI Beri Beragam Fasilitas...
BNI Beri Beragam Fasilitas di Posko Mudik BUMN Pelabuhan Tanjung Perak
4 jam yang lalu
Kadin Jakarta, Indosat,...
Kadin Jakarta, Indosat, dan Masjid Istiqlal Teken MoU Pemberdayaan Ekonomi Umat
5 jam yang lalu
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved