alexametrics

Tekanan Global, Sri Mulyani Akui Asumsi Makro 2019 Bakal Meleset

loading...
Tekanan Global, Sri Mulyani Akui Asumsi Makro 2019 Bakal Meleset
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 tidak sesuai target. Penyebabnya faktor ekonomi global seperti perang dagang Amerika Serikat dan China dan faktor politik di beberapa megara maju membuat ekonomi Indonesia tertekan.

Hal ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini akan lebih rendah dari target yang ditentukan pemerintah dalam APBN 2019, sebesar 5,3%.

Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi nasional 2019 berada dalam down side risk akibat perang dagang dan faktor politik di negara maju seperti Brexit, yang memberi kontribusi negatif terhadap kondisi ekonomi dunia.



Tidak hanya itu, suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang ditargetkan 5,3% juga akan mengalami tekanan. Begitu juga beberapa asumsi lainnya yang tak akan mencapai target di tahun ini, seperti harga minyak USD70 per barel, lifting minyak 775 ribu barel per hari, dan lifting gas 1,25 juta barel setara minyak per hari.

"ICP (Indonesia Crude Price) akan alami tekanan ke bawah, lifting minyak dan gas akan tidak tercapai atau risiko alias pencapaian yang lebih rendah dari asumsi," katanya di depan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Kendati demikian, kata dia, inflasi akan sesuai prediksi. Pasalnya, pemerintah sangat concern dalam menjaga ekonomi Indonesia.

"Barangkali masih akan tetap sama, (inflasi) akan mengalami penguatan dibandingkan asumsi APBN. Karena tekanan kenaikan suku bunga global sudah berkurang," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak