IMF Ramal 2 Negara Ini Jadi Penopang Ekonomi Global Tahun Ini

Rabu, 17 Juli 2024 - 13:28 WIB
loading...
A A A
Gourinchas menunjukkan bahwa proyeksi tersebut dibuat sebelum angka PDB terbaru China dirilis. Menjelang laporan IMF pada hari Selasa, data resmi China menunjukkan ekonominya tumbuh 4,7% tahun ke tahun pada kuartal kedua, di bawah ekspektasi pertumbuhan 5,1% oleh para ekonom yang disurvei Reuters.

"Mereka mengindikasikan bahwa mungkin pertumbuhan di China, khususnya kepercayaan konsumen dan masalah di sektor properti, masih ada," kata Gourinchas. "Ini adalah sesuatu yang kami tandai dalam data kami sebagai risiko bagi ekonomi China. Dan hal itu tampaknya mungkin terwujud."

Sementara itu, India yang sebelumnya disebut IMF sebagai "ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat di dunia" diperkirakan akan tumbuh 7% pada tahun 2024, lebih tinggi dari proyeksi April sebesar 6,8%. Hal ini sebagian besar dapat dikaitkan dengan peningkatan konsumsi swasta, terutama di daerah pedesaan negara tersebut.

Negara terpadat di dunia, yang menurut Goldman Sachs akan menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia pada tahun 2075 itu sukses menarik investor seperti raksasa teknologi Apple hingga Google seiring upaya negara tersebut menjadi pusat manufaktur.

"Ekonomi pasar berkembang Asia tetap menjadi mesin utama bagi ekonomi global. Pertumbuhan di India dan China direvisi naik dan menyumbang hampir setengah dari pertumbuhan global. Namun prospek untuk lima tahun ke depan tetap lemah," kata Gourinchas.

Baca Juga: Protes Wajib Militer, Warga Yahudi Ultra-Ortodoks Bentrok dengan Polisi Israel
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Rekomendasi
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
JPU Tolak Seluruh Pledoi...
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem, Ada Niat Jahat dalam Kasus Chromebook
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Berita Terkini
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved