Kementan Sosialisasikan dan Uji Rasa Special Bali Beef
Senin, 24 Agustus 2020 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Laju pertumbuhan yang lebih cepat ini diyakini dapat meningkatkan keempukan daging Sapi Bali karena pertumbuhan yang lebih cepat memungkinkan ternak tersebut mencapai berat potong pada umur yang jauh lebih muda.
"Kegiatan Branding Special Bali Beef ini juga merupakan sinergitas antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Pemerintah Daerah Provinsi NTB," ucap Nasrullah.
Nasrullah menambahkan, riset untuk Special Bali Beef ini didukung dengan data dari penelitian lain. Riset lain menyatakan bahwa daging sapi yang dihasilkan dari sapi yang digemukkan dengan 100% pakan hijauan akan menghasilkan daging dengan Asam Lemak Jenuh 11% lebih rendah, Asam Lemak Tidak Jenuh 10% lebih tinggi, Asam lemak omega-3 75% lebih tinggi, dan CLA 175% lebih tinggi dari daging sapi yang digemukan dengan pakan konsentrat (French et al, 2000).
"Sehingga dapat dipastikan, Special Bali Beef merupakan produk daging sapi yang memiliki nilai tambah dari nilai gizi dan nutrisinya serta berdaya saing karena lebih baik untuk kesehatan," imbuh Nasrullah.
Ia berharap, Special Bali Beef yang merupakan daging sapi asli Indonesia ini bisa segera mendunia dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
![Kementan Sosialisasikan dan Uji Rasa Special Bali Beef]()
Ia memastikan, ke depannya Ditjen PKH akan memfasilitasi kelompok-kelompok pembibitan dan penggemukan Sapi Bali di Provinsi NTB untuk mendapatkan sertifikasi organik. Sehingga harapannya dapat menghasilkan varian baru dari Special Bali Beef yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Selain itu Nasrullah juga menyampaikan salah satu upaya promosi keunggulan produk suatu wilayah dapat dilakukan melalui Pendaftaran Indikasi Geografis (IG) yang telah diakui oleh pasar global, dan saat ini Provinsi Nusa Tenggara Barat telah memilikidua produk peternakan yang terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sebagai Produk Indikasi Geografis, yaitu Susu Kuda Sumbawa dan Madu Sumbawa.
"Harapan kami ke depan juga setiap provinsi di Indonesia juga memiliki produk-produk peternakan yang terdaftar sebagai Produk Indikasi Geografis, Untuk itu, semoga kita terus diberi kesehatan, keselamatan dan kekuatan agar bisa terus mendarma-baktikan tugas dan karya kita bagi kemajuan pembangunan peternakan," tuturnya.
"Kegiatan Branding Special Bali Beef ini juga merupakan sinergitas antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Pemerintah Daerah Provinsi NTB," ucap Nasrullah.
Nasrullah menambahkan, riset untuk Special Bali Beef ini didukung dengan data dari penelitian lain. Riset lain menyatakan bahwa daging sapi yang dihasilkan dari sapi yang digemukkan dengan 100% pakan hijauan akan menghasilkan daging dengan Asam Lemak Jenuh 11% lebih rendah, Asam Lemak Tidak Jenuh 10% lebih tinggi, Asam lemak omega-3 75% lebih tinggi, dan CLA 175% lebih tinggi dari daging sapi yang digemukan dengan pakan konsentrat (French et al, 2000).
"Sehingga dapat dipastikan, Special Bali Beef merupakan produk daging sapi yang memiliki nilai tambah dari nilai gizi dan nutrisinya serta berdaya saing karena lebih baik untuk kesehatan," imbuh Nasrullah.
Ia berharap, Special Bali Beef yang merupakan daging sapi asli Indonesia ini bisa segera mendunia dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Ia memastikan, ke depannya Ditjen PKH akan memfasilitasi kelompok-kelompok pembibitan dan penggemukan Sapi Bali di Provinsi NTB untuk mendapatkan sertifikasi organik. Sehingga harapannya dapat menghasilkan varian baru dari Special Bali Beef yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Selain itu Nasrullah juga menyampaikan salah satu upaya promosi keunggulan produk suatu wilayah dapat dilakukan melalui Pendaftaran Indikasi Geografis (IG) yang telah diakui oleh pasar global, dan saat ini Provinsi Nusa Tenggara Barat telah memilikidua produk peternakan yang terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sebagai Produk Indikasi Geografis, yaitu Susu Kuda Sumbawa dan Madu Sumbawa.
"Harapan kami ke depan juga setiap provinsi di Indonesia juga memiliki produk-produk peternakan yang terdaftar sebagai Produk Indikasi Geografis, Untuk itu, semoga kita terus diberi kesehatan, keselamatan dan kekuatan agar bisa terus mendarma-baktikan tugas dan karya kita bagi kemajuan pembangunan peternakan," tuturnya.
(ars)
Lihat Juga :