Pelabuhan Eilat Israel Bangkrut, Separuh Pekerjanya Dipecat
Senin, 22 Juli 2024 - 17:42 WIB
loading...
Pelabuhan Eilat Israel bangkrut akibat serangan-serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersil di Laut Merah. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Pelabuhan Eilat di selatan Israel berencana memberhentikan setengah tenaga kerjanya pekan ini akibat serangan-serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersil di Laut Merah.
"Pelabuhan Eilat adalah pintu gerbang selatan Israel menuju Timur Jauh, Australia, dan Afrika," ujar Kepala Eksekutif Pelabuhan Eilat, Gideon Golber kepada harian Israel, Maariv dikutip dari Middle East Monitor, Senin (22/7/2024).
"Semua aktivitas terhenti karena kapal-kapal tidak dapat lagi melintas ke arah manapun untuk mencapai Pelabuhan Eilat atau melakukan perjalanan ke Eropa melalui Terusan Suez. Oleh karena itu, pelabuhan menghentikan operasinya dan pendapatan pun terhenti," tambahnya.
Baca Juga: Pelabuhan Eilat Israel Resmi Bangkrut, Blokade Laut Merah oleh Houthi Berhasil
Golber mengungkapkan pelabuhan tersebut akan memberhentikan 50% karyawan akibat mengalami kerugian. Berdasarkan laporan, Israel Yedioth Ahronoth, pelabuhan tersebut telah mengalami kerugian sebesar 50 juta shekel atau USD13,61 juta setara Rp220 miliar.
"Pelabuhan Eilat adalah pintu gerbang selatan Israel menuju Timur Jauh, Australia, dan Afrika," ujar Kepala Eksekutif Pelabuhan Eilat, Gideon Golber kepada harian Israel, Maariv dikutip dari Middle East Monitor, Senin (22/7/2024).
"Semua aktivitas terhenti karena kapal-kapal tidak dapat lagi melintas ke arah manapun untuk mencapai Pelabuhan Eilat atau melakukan perjalanan ke Eropa melalui Terusan Suez. Oleh karena itu, pelabuhan menghentikan operasinya dan pendapatan pun terhenti," tambahnya.
Baca Juga: Pelabuhan Eilat Israel Resmi Bangkrut, Blokade Laut Merah oleh Houthi Berhasil
Golber mengungkapkan pelabuhan tersebut akan memberhentikan 50% karyawan akibat mengalami kerugian. Berdasarkan laporan, Israel Yedioth Ahronoth, pelabuhan tersebut telah mengalami kerugian sebesar 50 juta shekel atau USD13,61 juta setara Rp220 miliar.
Lihat Juga :