Impor Gas Rusia ke UE Melonjak, Belanda Bunyikan Alarm
Sabtu, 27 Juli 2024 - 10:09 WIB
loading...
Ketergantungan UE terhadap gas dari Rusia menimbulkan kekhawatiran Parlemen Belanda. FOTO/Ilustrasi/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Anggota Parlemen Belanda telah menyampaikan surat kepada Menteri Luar Negeri negara tersebut menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya ketergantungan Uni Eropa (UE) pada gas Rusia.
Dalam surat yang diserahkan awal pekan ini, para anggota parlemen menyatakan bahwa gas alam pipa Rusia lebih murah dibandingkan gas alam cair yang dikirim ke UE oleh AS dan negara-negara lain. Hal ini dinilai menghambat investasi terhadap pembangunan infrastruktur dan opsi berkelanjutan lainnya untuk menggantikan gas dari Rusia.
Baca Juga: Ini Alasan Masyarakat Eropa Sangat Bergantung Gas dari Rusia
Sebelum konflik Ukraina meningkat, pasokan gas tahunan Rusia ke UE berjumlah sekitar 155 miliar meter kubik (bcm), yang terutama dikirim melalui pipa. Gazprom yang pernah menjadi penyedia gas utama UE, secara drastis mengurangi ekspornya ke blok tersebut pada tahun 2022, menyusul sabotase terhadap jaringan pipa Nord Stream.
Pipa Nord Stream 1, yang membentang di bawah Laut Baltik dan mengalirkan gas alam dari Rusia ke UE, bersama dengan Nord Stream 2 yang baru dibangun, bocor akibat ledakan bawah air pada September 2022 sehingga tidak dapat dioperasikan lagi.
Dalam surat yang diserahkan awal pekan ini, para anggota parlemen menyatakan bahwa gas alam pipa Rusia lebih murah dibandingkan gas alam cair yang dikirim ke UE oleh AS dan negara-negara lain. Hal ini dinilai menghambat investasi terhadap pembangunan infrastruktur dan opsi berkelanjutan lainnya untuk menggantikan gas dari Rusia.
Baca Juga: Ini Alasan Masyarakat Eropa Sangat Bergantung Gas dari Rusia
Sebelum konflik Ukraina meningkat, pasokan gas tahunan Rusia ke UE berjumlah sekitar 155 miliar meter kubik (bcm), yang terutama dikirim melalui pipa. Gazprom yang pernah menjadi penyedia gas utama UE, secara drastis mengurangi ekspornya ke blok tersebut pada tahun 2022, menyusul sabotase terhadap jaringan pipa Nord Stream.
Pipa Nord Stream 1, yang membentang di bawah Laut Baltik dan mengalirkan gas alam dari Rusia ke UE, bersama dengan Nord Stream 2 yang baru dibangun, bocor akibat ledakan bawah air pada September 2022 sehingga tidak dapat dioperasikan lagi.
Lihat Juga :