Akali Sanksi Barat, Rusia Kebut Sistem Pembayaran Baru hingga Kripto
Rabu, 31 Juli 2024 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi perdagangan internasional Rusia semakin sulit. Masalah dimulai pada bulan Desember, ketika AS mengesahkan sanksi sekunder yang menargetkan lembaga keuangan yang membantu Rusia menghindari sanksi.
Hal ini mendorong bank-bank global dari China hingga UEA, Turki, dan Austria untuk mengurangi transaksi — bahkan dalam dolar non-AS — dengan Rusia untuk menghindari kecipratan sanksi.
"Episode ini memperlihatkan kekuatan global Departemen Keuangan AS, menyebabkan bank-bank dari Turki hingga India dan China menghentikan pemrosesan pembayaran yang ditagih oleh atau ke rekanan Rusia," tulis Christopher Granville, direktur pelaksana penelitian politik global di GlobalData TS Lombard, dalam catatan Mei tentang mata uang digital dan dedolarisasi.
"Dengan kata lain, hanya menyelesaikan faktur komersial dalam mata uang nasional daripada dolar AS ternyata tidak cukup untuk sanksi AS," tambah Granville.
Masalah pembayaran diperburuk bulan lalu ketika Departemen Keuangan AS meluncurkan paket baru sanksi AS yang ekspansif terhadap Rusia, memaksa Bursa Moskow - bursa utama Rusia - untuk menghentikan perdagangan dengan dolar dan euro.
Bahkan China, yang memiliki salah satu mata uang digital paling maju di dunia, mengandalkan sistem "dua tingkat" yang melibatkan bank sebagai agen pemegang dompet. Granville menulis pada bulan Mei bahwa pengaturan itu untuk menghindari mengganggu operasi bank secara berlebihan, yang dapat mengancam stabilitas keuangan yang lebih luas.
Hal ini mendorong bank-bank global dari China hingga UEA, Turki, dan Austria untuk mengurangi transaksi — bahkan dalam dolar non-AS — dengan Rusia untuk menghindari kecipratan sanksi.
"Episode ini memperlihatkan kekuatan global Departemen Keuangan AS, menyebabkan bank-bank dari Turki hingga India dan China menghentikan pemrosesan pembayaran yang ditagih oleh atau ke rekanan Rusia," tulis Christopher Granville, direktur pelaksana penelitian politik global di GlobalData TS Lombard, dalam catatan Mei tentang mata uang digital dan dedolarisasi.
"Dengan kata lain, hanya menyelesaikan faktur komersial dalam mata uang nasional daripada dolar AS ternyata tidak cukup untuk sanksi AS," tambah Granville.
Masalah pembayaran diperburuk bulan lalu ketika Departemen Keuangan AS meluncurkan paket baru sanksi AS yang ekspansif terhadap Rusia, memaksa Bursa Moskow - bursa utama Rusia - untuk menghentikan perdagangan dengan dolar dan euro.
Sistem Transaksi Berbasis Mata Uang Digital
Tidak jelas bagaimana era kripto dan mata uang digital Rusia akan terbentuk. Implementasinya kemungkinan lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.Bahkan China, yang memiliki salah satu mata uang digital paling maju di dunia, mengandalkan sistem "dua tingkat" yang melibatkan bank sebagai agen pemegang dompet. Granville menulis pada bulan Mei bahwa pengaturan itu untuk menghindari mengganggu operasi bank secara berlebihan, yang dapat mengancam stabilitas keuangan yang lebih luas.
(akr)
Lihat Juga :