Mantap! Bakal Ada Tambahan 42 Juta Barel Minyak dari Lapangan Ini
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 15:25 WIB
loading...
Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) ditargetkan memproduksi tambahan minyak sebesar 42,92 juta barel (MMBO). FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meresmikan produksi minyak perdana Banyu Urip Infill Clastic Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur. Produksi minyak tersebut diperoleh dari salah satu sumur dari sebanyak 5 sumur infill dan 2 sumur clastic yang direncanakan akan dibor oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) ditargetkan memproduksi tambahan minyak sebesar 42,92 juta barel (MMBO) dari 7 sumur yang terdiri dari 5 sumur infill dan 2 sumur clastic. Sebanyak 6 sumur akan tajak di 2024 dan 1 sumur akan tajak di 2025.
Baca Juga: Tingkatkan Produksi Minyak, SKK Migas Perkuat Manajemen Rantai Pasok
"Minyak perdana ini merupakan minyak yang diproduksikan dari sumur B13 sebesar 13.300 barel, yang merupakan sumur pertama dari proyek ini," ujar Arifin dalam keterangannya, Sabtu (10/8/2024).
Lapangan Banyu Urip saat ini berkontribusi 25% produksi migas nasional. Kegiatan pemboran sumur infill dan clastic ini diperkirakan dapat menambah produksi sekitar 40-60 juta barel dengan rata-rata produksi 20.000 hingga 30.000 barel per hari.
Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) ditargetkan memproduksi tambahan minyak sebesar 42,92 juta barel (MMBO) dari 7 sumur yang terdiri dari 5 sumur infill dan 2 sumur clastic. Sebanyak 6 sumur akan tajak di 2024 dan 1 sumur akan tajak di 2025.
Baca Juga: Tingkatkan Produksi Minyak, SKK Migas Perkuat Manajemen Rantai Pasok
"Minyak perdana ini merupakan minyak yang diproduksikan dari sumur B13 sebesar 13.300 barel, yang merupakan sumur pertama dari proyek ini," ujar Arifin dalam keterangannya, Sabtu (10/8/2024).
Lapangan Banyu Urip saat ini berkontribusi 25% produksi migas nasional. Kegiatan pemboran sumur infill dan clastic ini diperkirakan dapat menambah produksi sekitar 40-60 juta barel dengan rata-rata produksi 20.000 hingga 30.000 barel per hari.
Lihat Juga :