Belanja Pemerintah Bengkak, APBN Defisit Rp93,4 Triliun per Juli 2024
Selasa, 13 Agustus 2024 - 10:56 WIB
loading...
Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada akhir Juli 2024. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeru) melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada akhir Juli 2024 mengalami defisit sebesar Rp93,4 triliun atau 0,41% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, APBN 2024 defisit ini karena ada perubahan di sisipendapatan negara dari pajak, bea cukai, PNBP serta hibah.
"Ini masih kecil dibandingkan total yang defisit tahun ini. Seperti di dalam APBN, yaitu 2,2 persen. Namun dari sisi keseimbangan primer kita masih positif Rp179,3 triliun,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Agustus 2024, Selasa (13/8/2024).
Baca Juga: Dolar AS Diramal Akan Runtuh, Bernasib Sama dengan Inggris
Lebih lanjut, belanja negara mencapai sebesar Rp1.638,8 triliun atau 49,3% dari pagu anggaran. Belanja tersebut meningkat 12,2 persen (yoy) dari periode yang sama tahun lalu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, APBN 2024 defisit ini karena ada perubahan di sisipendapatan negara dari pajak, bea cukai, PNBP serta hibah.
"Ini masih kecil dibandingkan total yang defisit tahun ini. Seperti di dalam APBN, yaitu 2,2 persen. Namun dari sisi keseimbangan primer kita masih positif Rp179,3 triliun,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Agustus 2024, Selasa (13/8/2024).
Baca Juga: Dolar AS Diramal Akan Runtuh, Bernasib Sama dengan Inggris
Lebih lanjut, belanja negara mencapai sebesar Rp1.638,8 triliun atau 49,3% dari pagu anggaran. Belanja tersebut meningkat 12,2 persen (yoy) dari periode yang sama tahun lalu.
Lihat Juga :