Melalui Program BOKS, Sun Life Indonesia Dorong Kesadaran Anak untuk Hidup Sehat

Senin, 12 Agustus 2024 - 23:59 WIB
loading...
Melalui Program BOKS,...
Sun Life Indonesia tumbuhkan kesadaran anak-anak agar memiliki kebiasaan hidup sehat sejak dini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perusahaan asuransi Sun Life Indonesia berkomitmen untuk menumbuhkan kesadaran anak-anak agar memiliki kebiasaan hidup sehat sejak dini. Sebab, saat ini banyak generasi muda Indonesia yang sudah terkena penyakit diabetes.

Untuk itu, Sun Life Indonesia berkolaborasi dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Gerakan Sekolah Sehat (GSS) dalam menumbuhkan kesadaran agar anak-anak memiliki kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Baca Juga : Beri Ketenangan dan Perlindungan Terbaik Keluargamu dengan Asuransi Aurora

Melalui Program BOKS (Build Our Kids’ Success / Membangun Kesuksesan Anak Indonesia) di wilayah DKI Jakarta dan Provinsi NTT,kebiasaan ini menjadi komitmen jangka panjang peserta didik untuk hidup sehat, aman, bugar, serta berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.

Perusahaan asuransi Sun Life Indonesia berkomitmen untuk menumbuhkan kesadaran anak-anak agar memiliki kebiasaan hidup sehat sejak dini. Sebab, saat ini banyak generasi muda Indonesia yang sudah terkena penyakit diabetes. Untuk itu, Sun Life Indonesia erkolaborasi dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Gerakan Sekolah Sehat (GSS) dalam menumbuhkan kesadaran agar anak-anak memiliki kebiasaan hidup sehat sejak dini.

“Kami bangga dan berharap kebiasaan baik yang telah dibangun selama program ini akan terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan perkembangan anak-anak. Kami berharap program yang dihasilkan kedepannya dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat di Indonesia,” kata Kaiser dalam keterangan resminya, (13/8/2024)

Sampai saat ini, program ini telah menjangkau 144 sekolah dasar, 85 komunitas luar sekolah, dan lebih dari 40.940 peserta didik, termasuk di antaranya 380 siswa difabel, merasakan manfaat dari program BOKS.

Program ini komprehensif karena melibatkan seluruh pihak di sekolah, bukan hanya peserta didik. Tujuannya adalah membangun kebiasaan siswa SD berkegiatan fisik melalui lingkungan belajar dan bermain yang aman dan suportif. Program BOKS telah dijalankan WVI sejak tahun 2022.

Wahana Visi Indonesia adalah salah satu mitra yang menandatangani perjanjian kerjasama dengan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PDM) 11 Gerakan Sekolah Sehat Kemendikbudristek pada November 2023 untuk mendukung peningkatan gizi anak usia sekolah.

Kemendikbudristek, menilai program BOKS merupakan praktik baik yang dapat menjadi referensi bagi satuan pendidikan lainnya di Indonesia.

"Program ini relevan dengan kegiatan Sehat Fisik dan Sehat Gizi. tidak hanya insidental tapi membangun pembiasaan baik dan pendampingan meningkatkan kapasitas sekolah dalam mengimplementasi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) dimana ekosistem dan sumber daya di sekolah dioptimalkan,” ujar Iwan Syahril, Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek.

Misalnya, menurut Iwan, program BOKS mendorong adanya kebun gizi yang hasilnya digunakan sebagai sumber asupan makanan tambahan yang bergizi bagi murid. Orang tua dan komunitas sekitar sekolah juga dilibatkan untuk memberikan makanan tambahan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.

Yacobus Runtuwene, Technical Sectors Director WVI menjelaskan, WVI sangat bersyukur selama 3 tahun program, banyak mitra yang memiliki visi yang sama yaitu untuk anak-anak hidup utuh sepenuhnya

Baca Juga : Pentingnya Miliki Asuransi Life Care BRI Sejak Muda

"Kemitraan di tingkat pusat yang berkesinambungan dengan kemitraan di tingkat provinsi dan kabupaten lewat Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Anak dan Perempuan, Dinas Kesehatan dan BPMP, membuat BOKS mudah diterima di berbagai satuan pendidikan dan komunitas masyarakat.” ujarnya

Yacobus menambahkan, kolaborasi juga dilakuan dengan Perguruan Tinggi, komunitas secara lembaga, serta individu (akademisi dan praktisi) dalam mengembangkan modul BOKS. Hal ini membuat program BOKS menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh siapapun yang akan menjalankannya.

Sachio, siswi salah satu SD di Jakarta mengatakan kegiatan BOKS beda dari program sekolah. Kegiatannya lebih bervariasi dan lebih menyenangkan karena banyak bergerak. "Kami juga banyak pelajaran baru, biasanya kegiatan olahraganya lari terus, tapi sejak ada BOKS lebih banyak gerakan seperti plank, donkey kick, dan squat.”katanya

Dalam kegiatan berbagi praktik baik yang dilaksanakan di gedung Kemendikbudristek, para peserta berbagi pengalaman dan strategi yang terbukti efektif dalam mendorong anak-anak lebih aktif secara fisik. Acara ini juga menjadi momen untuk merayakan pencapaian yang telah diraih selama program berlangsung.

Tercatat 96% peningkatan signifikan dalam partisipasi anak-anak dalam kegiatan fisik, serta peningkatan kesadaran orang tua dan guru tentang pentingnya mendukung anak-anak untuk tetap aktif.

“Dengan pendanaan yang ada, BOKS memberikan pelatihan peningkatan kapasitas bagi guru PJOK, guru kelas, serta pendamping kelompok anak agar dapat memfasilitasi aktivitas fisik anak yang menyenangkan, di sekolahmaupun di lingkungan tempat tinggal mereka,” kata SaskiaTeam Leader BOKS.

Ade Hidayat, guru PJOK di salah satu SD di Jakarta menyampaikan, program ini sangat membantu menambah banyak variasi ice breaking dan gerakan-gerakan lain yang baru dan inovatif, sehingga peserta didik tidak bosan.

"Mengajari olahraga kepada siswa harus dengan cara bermain supaya menumbuhkan pemahaman kepada mereka bahwa olahraga itu menyenangkan, tidak sulit dan tidak melelahkan.” ujarnya
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng Induk Usaha,...
Gandeng Induk Usaha, BRI Life Perluas Aksesibilitas Produk Asuransi Kesehatan yang Inklusif
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Manulife Indonesia Cetak...
Manulife Indonesia Cetak Laba Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025, Unit Syariah Rp17,37 M
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Jaga Pertumbuhan Bisnis...
Jaga Pertumbuhan Bisnis dan Transformasi, BRI Life Unjuk Gigi di Digital Forum 2026
Perkuat Pembangunan...
Perkuat Pembangunan Daerah, Askrindo Jalin Sinergi Strategis dengan Kabupaten Soppeng
Saat Kerja Keras dan...
Saat Kerja Keras dan Dedikasi Mendapat Penghargaan
FIFGROUP Pamer Gedung...
FIFGROUP Pamer Gedung Mewah dan Atap Listrik Matahari!
Rekomendasi
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Berita Terkini
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved