Ngebet Gabung BRICS, Negara Tetangga Indonesia Mencari Dukungan ke India

Rabu, 21 Agustus 2024 - 10:43 WIB
loading...
Ngebet Gabung BRICS,...
Negara tetangga Indonesia mencari dukungan agar bisa masuk ke dalam blok ekonomi negara-negara berkembang, BRICS saat melakukan kunjungan ke India. Foto/Dok
A A A
NEW DELHI - Mencari dukungan agar bisa masuk ke dalam blok ekonomi negara- negara berkembang , BRICS menjadi salah satu agenda dalam kunjungan Perdana Menteri atau PM Malaysia , Anwar Ibrahim ke New Delhi. Selain juga membahas hubungan bilateral kedua negara, seperti dilaporkan media Malaysia.

Baca Juga: 3 Efek Positif Malaysia Gabung BRICS

Anwar Ibrahim yang bertemu dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi pada hari Selasa, membahas aksesi Malaysia di blok itu, yang didirikan oleh Brasil, Rusia, India, dan China, menjelang KTT BRICS di Kazan Oktober ini. Kabar ini dirilis oleh surat kabar The Star, mengutip Komisaris Tinggi Malaysia untuk India Datuk Muzafar Shah Mustafa.

Belakangan kelompok BRICS terus melakukan perluasan dengan menerima anggota baru. Tahun lalu, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab diundang untuk bergabung dengan BRICS.

Baca Juga: 47 Negara Siap Bergabung dengan BRICS, Dolar Makin Tersisih

Kepala urusan luar negeri di lembaga think tank Malaysia, Bait Al-Amanah, Fikry A. Rahman mengatakan, kepada Nikkei Asia bahwa pengajuan proposal pada Juni untuk bergabung dengan BRICS menyoroti strategi Malaysia dalam upaya mendiversifikasi multipolaritasnya "dengan melibatkan lebih banyak mitra yang berpikiran sama,"

Disebutkan bahwa diversifikasi kemitraan bertujuan untuk de-dolarisasi dan membangun hubungan perdagangan dengan mereka secara strategis yang bermanfaat bagi negara.

Modi dan Anwar juga membahas isu-isu di kawasan Indo-Pasifik, saat Malaysia bersiap untuk mengambil alih sebagai ketua ASEAN pada tahun 2025.

Utusan Malaysia di Delhi juga mencatat bahwa kedua belah pihak akan menandatangani tujuh perjanjian di sektor-sektor termasuk digital, pariwisata, kesehatan, tenaga kerja, administrasi publik, dan pengobatan tradisional Ayurveda.

Tahun lalu, perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai hampir USD20 miliar, menurut data pemerintah India, menjadikan Malaysia mitra dagang terbesar ke-13 India. "Kunjungan ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama di bidang energi terbarukan dan kendaraan listrik," kata Mustafa.

Dalam siaran pers pada hari Minggu, New Delhi menyatakan, bahwa kunjungan Anwar akan membuka jalan bagi penguatan lebih lanjut hubungan bilateral dengan "memetakan agenda kerja sama multi-sektoral untuk masa depan."

Selama kunjungan PM Malaysia, Anwar Ibrahim, yang akan berlangsung dari Senin hingga Rabu, dia juga akan membuat penawaran untuk meningkatkan investasi India ke sektor energi digital dan hijau Malaysia, seperti dilaporkan Times of India.

Mengutip sumber terkait, disebutkan bahwa kedua belah pihak sedang bekerja menuju "kesepakatan substantif" pada awalnya.

Pemerintah yang dipimpin Modi disebut sedang berusaha meningkatkan pangsa kendaraan listrik yang secara total penjualan bakal menjadi sekitar 30% pada tahun 2030. Selama tahun keuangan sebelumnya, India sudah menjual 1,7 juta EV.

Permintaan terhadap kendaraan listrik (mobil listrik) sedang booming, didorong oleh insentif pemerintah, biaya baterai yang lebih rendah, dan kenaikan harga bahan bakar, menurut Economic Times.

Menurut Mustafa, India juga berharap dapat memperkuat kerja sama dengan Malaysia dalam industri semikonduktor. New Delhi telah melakukan beberapa inisiatif untuk meningkatkan produksi chip domestik. Pada tahun 2021, pemerintah mengumumkan program senilai USD9 miliar dalam pengembangan ekosistem manufaktur semikonduktor dan layar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Rekomendasi
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
Bongkar: Debi Ceper...
Bongkar: Debi Ceper Beberkan Alasan Tetap Bertahan di Dunia Hiburan
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
Berita Terkini
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Lebih dari 20.000 ATM...
Lebih dari 20.000 ATM Terhubung, Layanan Tarik Tunai Gratis Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Infografis
10 Paspor Terkuat di...
10 Paspor Terkuat di Dunia pada 2026, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved