Pengusaha Akui Jurang Resesi Sulit Dihindari, Apa Pasal?
Rabu, 26 Agustus 2020 - 10:28 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, lanjut dia, penanganan pandemi yang terkesan belum ada keseriusan dari pemerintah turut membuat geliat dunia usaha nasional bergerak masih lamban. Sehingga, menyebabkan masyarakat ragu untuk meningkatkan konsumsi dan berinvestasi.
"Apalagi perkembangan pengendalian Covid di sisi kesehatan juga kurang baik sehingga confidence pasar untuk melakukan konsumsi dan investasi sulit meningkat," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memprediksi kuartal III-2020 berada di kisaran 0% hingga minus 2%. Hal ini merupakan imbas pandemi virus Covid-19. (Baca juga: Utang Pemerintah Makin Numpuk, Sri Mulyani: Masih Aman! )
Dirinya mengatakan, resiko tekanan pada pasar keuangan belum pulih. Dia pun memproyeksi pada tahun 2020 ekonomi RI bisa minus 1,1% hingga 0%.
"Kita memang melihat di kuartal III downside risk tetap menunjukkan risiko yang nyata. Kuartal III outlook-nya antara 0% hingga negatif 2%," kata Sri Mulyani, Selasa (25/8).
"Apalagi perkembangan pengendalian Covid di sisi kesehatan juga kurang baik sehingga confidence pasar untuk melakukan konsumsi dan investasi sulit meningkat," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memprediksi kuartal III-2020 berada di kisaran 0% hingga minus 2%. Hal ini merupakan imbas pandemi virus Covid-19. (Baca juga: Utang Pemerintah Makin Numpuk, Sri Mulyani: Masih Aman! )
Dirinya mengatakan, resiko tekanan pada pasar keuangan belum pulih. Dia pun memproyeksi pada tahun 2020 ekonomi RI bisa minus 1,1% hingga 0%.
"Kita memang melihat di kuartal III downside risk tetap menunjukkan risiko yang nyata. Kuartal III outlook-nya antara 0% hingga negatif 2%," kata Sri Mulyani, Selasa (25/8).
(ind)
Lihat Juga :