Mengungkap Kunci Pengembangan Web3 di Ajang Festival Kripto Terbesar
Senin, 26 Agustus 2024 - 11:45 WIB
loading...
Di tengah meriahnya kegiatan Coinfest Asia, PINTU kembali meramaikan Coinfest Week dengan menghadirkan BUIDLRS Web3 Sunset Gathering bertemakan Unleashing Southeast Asia Web3 Potential. Foto/Dok
A
A
A
CANGGU - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), aplikasi crypto all-in-one merayakan kembali ajang perhelatan festival crypto terbesar di Indonesia Coinfest Asia 2024. Di tengah meriahnya kegiatan Coinfest Asia, PINTU kembali meramaikan Coinfest Week dengan menghadirkan BUIDLRS Web3 Sunset Gathering bertemakan “Unleashing Southeast Asia Web3 Potential”.
Baca Juga: Pemanfaatan Web3 Bisa Dongkrak Pendapatan Pelaku Industri Kreatif
Acara yang diselenggarakan di Valle Bali, Canggu, merupakan hasil kolaborasi PINTU bersama dengan AWS Startups dan Saison Capital. Dalam BUIDLRS kali ini, tiga pakar membagikan pandangannya tentang perkembangan Web3.
Qin En Looi, Partner dari Saison Capital mengungkapkan, Industri Web3 di Asia punya potensi yang lebih besar khususnya yang bergerak di institusi finansial karena didukung lingkungan yang lebih baik. Selain itu, banyak lembaga-lembaga hingga pemerintahan di Asia sudah bereksperimen dengan teknologi blockchain untuk menghadirkan berbagai solusi.
"Saya sudah berbicara dengan banyak sekali developer Web3 dan saya menilai bagaimana developer Web3 ini dapat menjangkau masyarakat luas. Saya pikir caranya sangat sederhana seperti mendorong interaksi pengguna untuk bisa memiliki dompet crypto dengan banyak opsi seperti login melalui sosial media atau email. Selain itu bagaimana juga User Interface (UI) & User Experience (UX) yang membuatnya lebih mudah diakses. Menurut saya developer Web3 berhenti malas dan harus terus berinovasi,” ujar Qin En Looi.
Baca Juga: Dukung Pemberdayaan UMKM, Platform Digital Ini Adopsi Teknologi Web3
Co-founder & CEO Copra Labs, Brian Limiardi melihat negara Asia Tenggara lain seperti Thailand atau Vietnam, memiliki komunitas developer dan ukuran pasar yang lebih kecil, namun para founders mampu mengatasi tantangan dengan lebih baik dan terus berkembang.
Baca Juga: Pemanfaatan Web3 Bisa Dongkrak Pendapatan Pelaku Industri Kreatif
Acara yang diselenggarakan di Valle Bali, Canggu, merupakan hasil kolaborasi PINTU bersama dengan AWS Startups dan Saison Capital. Dalam BUIDLRS kali ini, tiga pakar membagikan pandangannya tentang perkembangan Web3.
Qin En Looi, Partner dari Saison Capital mengungkapkan, Industri Web3 di Asia punya potensi yang lebih besar khususnya yang bergerak di institusi finansial karena didukung lingkungan yang lebih baik. Selain itu, banyak lembaga-lembaga hingga pemerintahan di Asia sudah bereksperimen dengan teknologi blockchain untuk menghadirkan berbagai solusi.
"Saya sudah berbicara dengan banyak sekali developer Web3 dan saya menilai bagaimana developer Web3 ini dapat menjangkau masyarakat luas. Saya pikir caranya sangat sederhana seperti mendorong interaksi pengguna untuk bisa memiliki dompet crypto dengan banyak opsi seperti login melalui sosial media atau email. Selain itu bagaimana juga User Interface (UI) & User Experience (UX) yang membuatnya lebih mudah diakses. Menurut saya developer Web3 berhenti malas dan harus terus berinovasi,” ujar Qin En Looi.
Baca Juga: Dukung Pemberdayaan UMKM, Platform Digital Ini Adopsi Teknologi Web3
Co-founder & CEO Copra Labs, Brian Limiardi melihat negara Asia Tenggara lain seperti Thailand atau Vietnam, memiliki komunitas developer dan ukuran pasar yang lebih kecil, namun para founders mampu mengatasi tantangan dengan lebih baik dan terus berkembang.
Lihat Juga :