Ekonomi Rusia Tak Goyah Dihajar Kanan Kiri Sanksi Barat, Apa Rahasianya?
Jum'at, 30 Agustus 2024 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Para pejabat mengaitkan pertumbuhan ini dengan investasi modal yang kuat, termasuk oleh sektor swasta, yang pada kuartal kedua naik 8,3% secara year to year menjadi 8,44 triliun rubel (USD92 miliar), menyusul pertumbuhan 14,5% pada kuartal pertama tahun ini.
"Mengingat hasil positif pada paruh pertama tahun ini, kami mengharapkan angka yang lebih tinggi untuk sepanjang tahun 2024 daripada yang awalnya kami proyeksikan dalam perkiraan ekonomi yang diterbitkan di bulan April," kata Wakil menteri ekonomi, Polina Kryuchkova.
Data menunjukkan ekonomi Rusia bertahan meskipun dihantam sanksi ekonomi Barat, serta adanya masalah terkait pembayaran internasional dengan mitra dagang utama Rusia, seperti China, yang menyebabkan penurunan 9% dalam impor keseluruhan pada paruh pertama tahun ini.
Namun, mereka juga menunjuk tekanan yang memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 200 basis poin menjadi 18% pada bulan Juli, level tertinggi dalam lebih dari dua tahun.
Bank sentral mengatakan, kekurangan tenaga kerja dan pertumbuhan upah yang terus-menerus, serta inflasi yang tinggi, adalah tanda-tanda utama ekonomi yang terlalu panas. Bank sentral berjanji bakal mempertahankan kebijakan moneter yang ketat dan memerangi inflasi hingga stabil.
"Mengingat hasil positif pada paruh pertama tahun ini, kami mengharapkan angka yang lebih tinggi untuk sepanjang tahun 2024 daripada yang awalnya kami proyeksikan dalam perkiraan ekonomi yang diterbitkan di bulan April," kata Wakil menteri ekonomi, Polina Kryuchkova.
Data menunjukkan ekonomi Rusia bertahan meskipun dihantam sanksi ekonomi Barat, serta adanya masalah terkait pembayaran internasional dengan mitra dagang utama Rusia, seperti China, yang menyebabkan penurunan 9% dalam impor keseluruhan pada paruh pertama tahun ini.
Namun, mereka juga menunjuk tekanan yang memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 200 basis poin menjadi 18% pada bulan Juli, level tertinggi dalam lebih dari dua tahun.
Bank sentral mengatakan, kekurangan tenaga kerja dan pertumbuhan upah yang terus-menerus, serta inflasi yang tinggi, adalah tanda-tanda utama ekonomi yang terlalu panas. Bank sentral berjanji bakal mempertahankan kebijakan moneter yang ketat dan memerangi inflasi hingga stabil.
Lihat Juga :