Pembiayaan Berkelanjutan FIFGroup Perkuat Ekonomi Nasional

Jum'at, 30 Agustus 2024 - 18:48 WIB
loading...
Pembiayaan Berkelanjutan...
FIFGroup melakukan inovasi pembiayaan berkelanjutan untuk mempermudah akses pemenuhan kebutuhan pembiayaan masyarakat. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Lembaga pembiayaan non bank menjadi salah satu sumber pembiayaan alternatif bagi masyarakat. Pembiayaan dari lembaga ini banyak digunakan untuk permodalan maupun kebutuhan konsumtif. Adanya lembaga pembiayaan non bank yang menerapkan prosedur tak berbelit membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangannya. Seperti yang dirasakan oleh Mahrib Hidayat (30) warga asal Purbalingga, Jawa Tengah yang mengadu nasib di Jakarta itu mengandalkan Honda PCX berwarna merah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Motor matic dengan nopol R 5794 FAC itu menjadi asa bagi Hidayat untuk memenuhi beragam kebutuhan hidup bersama keluarganya. Hidayat membeli motor itu melalui skema kredit. Cicilan bulanan yang menjadi tanggung jawabnya dibayar menggunakan hasil jerih payahnya mengantarkan penumpang maupun makanan.

“Saya beli di dealer Honda Purbalingga, pembiayaan menggunakan FIF Purbalingga,”ucapnya.

Hidayat beralasan, pilihannya jatuh pada PT Federal International Finance (FIF) lantaran sebagai salah satu lembaga pembiayaan grup PT Astra International, Tbk. tak menerapkan prosedur yang berbelit. “Prosesnya mudah dan cepat, tidak berbelit,”katanya. Dengan cicilan Rp1,7 juta per bulan, Hidayat mendapatkan pembiayaan dengan tenor tiga tahun. “Sudah berjalan 1,5 tahun sebentar lagi lunas,”ungkapnya.



Hidayat pun merasa terbantu dengan kemudahan proses pengajuan pembiayaan di FIFGroup. “Semua serba mudah, sepekan sebelum jatuh tempo, saya diingatkan oleh petugas penagihan. Jadi sudah ada persiapan dana,”katanya.

Selain pembiayaan kendaraan roda dua, FIFGroup juga memiliki empat brand services lain yang menghadirkan solusi pembiayaan bagi masyarakat. Diantaranya Spektra untuk pembiayaan gadget, elektronik dan perabot rumah tangga. Adapula Danastra yang melayani pembiayaan multiguna, Finatra untuk pembiayaan produktif usaha mikro, serta Amitra yang melayani pembiayaan porsi Haji, paket Umrah, dan pembiayaan produk syariah lainnya.

Saat ini ekosistem pembiayaan FIFGroup ditopang 243 kantor cabang, 378 Point of Service (POS), juga lebih dari 1.000 kios. Untuk memberikan layanan yang mudah diakses dan aman, FIFGoup mengembangkan beragam program digitalisasi, salah satunya aplikasi FIFGroup Mobile Customer.

Sosialisasi yang dilakukan scara masif oleh lembaga pembiayaan dibawah Astra Financial itu mendapat respons positif dari masyarakat. M. Syahrul misalnya, mengaku kini mengetahui bahwa FIFGroup memiliki layanan pembiayaan religi Amitra. “Saya baru tahu saat pameran GIIAS di BSD City. Ternyata FIF tak hanya membiayaai motor,”ucapnya. Menurut pria yang bekerja di developer properti ini, dirinya berencana menggunakan pembiayaan Amitra untuk perjalanan umrahnya tahun depan.“Saya pilih pembiayaan syariah,”katanya.

Amitra merupakan produk FIFGroup yang menghadirkan solusi pembiayaan perjalanan religi seperti Umroh Reguler dan Umroh Plus yang sesuai dengan syariah Islam dan fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Amitra memiliki dua metode pembiayaan, yakni konvensional dan syariah. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Pembiayaan syariah FIF telah ada sejak 2005 dibawah pengawasan DSN MUI.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai, ekosistem pembiayaan yang dihadirkan FIFGroup akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. FIFGroup dinilai jitu dalam mencermati kebutuhan pembiayaan masyarakat.

“Ada gap pembiayaan yang ditimbulkan dari permintaan yang cukup besar dan penawarannya yang sempit. Sistem pembiayaan perbankan tidak mudah ditembus (masyarakat) sehingga multifinance menjadi alternatif,”ujarnya.

an

Rumitnya prosedur dan persyaratan yang ketat di perbankan membuat masyarakat melirik multifinance sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan secara cepat. Sektor-sektor konsumtif seperti pembelian elektronik, atau perjalanan religi tidak bisa dipenuhi perbankan karena persyaratan yang ketat dalam pembiayaan. “Ini yang membuat pangsa pasar multifinance termasuk FIF membesar.”katanya.

Dengan semakin mudahnya akses pembiayaan, lanjut dia, memberikan multiplier effect dari sisi produksi. Dengan pembiayaan yang lebih mudah di multifinance, permintaan barang dan jasa akan naik, sehingga bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. “Tentu akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian,”tutupnya.

Mendongkrak Kinerja Positif dengan Pembiayaan Berkelanjutan

Di usianya yang ke-35, FIFGroup menyadari pentingnya nilai-nilai keberlanjutan melalui implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) sebagai salah satu langkah untuk menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi.

Sejak 2023, FIFGroup memperkuat portfolio pembiayaan berkelanjutan mencakup pembiayaan solar panel, motor listrik, sepeda listrik, pembiayaan produktif usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta keringanan pembiayaan bagi sahabat disabilitas. FIFGroup terus mengedepankan pertumbuhan berkelanjutan dengan berupaya untuk terus berinovasi pada seluruh proses bisnisnya.

Finance Director FIFGroup Valentina Chai, menyebutkan Perseroan akan terus menggencarkan strategi bisnis yang mengintegrasikan praktik operasional bisnis yang bertanggung jawab dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Melalui kerja sama strategis dengan Mizuho Bank Ltd., MUFG Bank, Ltd,. dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch, FIF Group mengantongi fasilitas pinjaman berkelanjutan senilai USD 60 juta, setara Rp 981,60 miliar pada April 2024. Pinjaman berkelanjutan itu sudah disalurkan kepada masyarakat sebesar Rp 563,65 miliar melalui tiga layanan pembiayaan FIF, yakni FIFAstra, Spektra, dan Finatra.

Pinjaman tersebut makin memperkuat inisiatif keberlanjutan FIFGroup dalam mendukung dan memperkuat industri pembiayaan di Indonesia, serta perekonomian nasional.

Inovasi pembiayaan yang dilakukan berhasil menopang kinerja FIF Group. Laba bersih yang dibukukan tercatat naik sebesar 11,7% year-on-year (yoy) pada Semester-I 2024 menjadi Rp2,2 triliun. Peningkatan laba bersih tersebut didukung oleh kenaikan nilai penyaluran pembiayaan sebesar 3,2% yoy menjadi Rp22 triliunper Juni 2024,

Direktur FIF Daniel Hartono, mengatakan, FIF terus berupaya mengoptimalkan seluruh layanan pembiayaan yang ada dalam mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan. “Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan ritel, tentu kami terus mengoptimalkan kinerja dari 5 layanan pembiayaan kami yang diperkuat dengan value chain serta digitalisasi untuk memberikan pelayanan terbaik,” tutur Daniel dikutip dari keterangan resmi nyang dipublikasikan.

Secara Net-Services Asset (NSA), terjadi pertumbuhan sebesar 12,5% yoy menjadi Rp43 triliun pada Semester-I 2024. Pertumbuhan ini juga didukung dengan tingkat Non-Performing Financing Ratio (NPF) Netto atau Rasio Piutang Pembiayaan Bermasalah Bersih di angka rasio 0,03% per Juni 2024. Hal ini menjadi indikator bahwa FIF sebagai perusahaan pembiayaan masuk ke dalam kategori sangat sehat.

Lima layanan pembiayaan FIF memberikan kontribusi bagi pertumbuhan kinerja Perseroan. Melalui FIFASTRA, FIF telah menyalurkan pembiayaan Rp14,4 triliun kepada pembeli motor Honda. Nilai pembiayaan tersebut naik 5% yoy dan jumlah unit dibiayai naik sebesar 3,3% atau sebanyak lebih dari 843 ribu unit sampai dengan Juni 2024.

Dalam penyediaan layanan pembiayaan multiguna, melalui Danastra, FIF mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp6,6 triliun pada semester-I 2024, naik 1,8% yoy. Pertumbuhan juga terjadi pada layanan pembiayaan syariah FIF, yakni Amitra yang mencatatkan peningkatan sebesar 13,6% yoy dengan nilai penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp232 miliar pada semester-I 2024 dan jumlah unit yang dibiayai mencapai lebih dari 9 ribu unit atau naik sebesar 1,1% yoy hingga semester-I 2024.

"Ditengah perekonomian nasional yang penuh dengan tantangan, kami terus berupaya melakukan inovasi agar dapat terus hadir menjadi solusi finansial pilihan masyarakat Indonesia sesuai dengan misi perusahaan. Yakni membawa kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat,"kata Daniel.

Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman pun memberikan apresiasi terhadap ekosistem besutan Astra Financial yang didalamnya termasuk FIFGroup. “Kehadiran Astra Financial dengan 10 unit bisnis di sektor pembiayaan, perasuransian, perbankan maupun lembaga jasa keuangan lainnya, merupakan bentuk konkret untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan di masyarakat,”katanya di BSD City belum lama ini.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
Daftar 75 Negara yang...
Daftar 75 Negara yang Kena Tarif Impor Trump: Indonesia 32%, Vietnam 46%
Sekilas Tarif Trump...
Sekilas Tarif Trump terhadap China, Uni Eropa, dan Puluhan Negara Lainnya
Trump Umumkan Tarif...
Trump Umumkan Tarif Semua Barang Impor ke AS, Indonesia Kena 32%
Janji Manis Wamenaker,...
Janji Manis Wamenaker, Bakal Rekrut Kembali Korban PHK Sritex
Dasco Beri Bocoran Ada...
Dasco Beri Bocoran Ada Investor Asal Qatar Masuk Danantara
Menuju Industri Baja...
Menuju Industri Baja yang Hijau dan Kompetitif, GRP Tegaskan Komitmen Transformasi
Orang Terkaya di Thailand...
Orang Terkaya di Thailand Borong Saham Perbankan Rp6,1 Triliun
Perputaran Uang Lebaran...
Perputaran Uang Lebaran 2025 Diprediksi Turun, Sinyal Peringatan Ekonomi RI?
Rekomendasi
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Kabaharkam Polri Imbau...
Kabaharkam Polri Imbau Pemudik di Bakauheni Waspada di Perjalanan
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
3 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
4 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
4 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
5 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
5 jam yang lalu
Infografis
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024-2025
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved