alexametrics

Kejar Target Rp6,5 Triliun, BPJS Ketenagakerjaan Jatim Akan Kunjungi Perusahaan

loading...
Kejar Target Rp6,5 Triliun, BPJS Ketenagakerjaan Jatim Akan Kunjungi Perusahaan
Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim Dodo Suharto (tengah) berfoto usai paparan kinerja pada acara Media Gathering di Batu, Senin (14/10/2019). Foto/SINDONews/Ali Masduki
A+ A-
BATU - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur (Jatim) akan melakukan company visit atau kunjungan ke sejumlah perusahaan-perusahaan besar dan menengah. Perusahaan yang akan dikunjungi yakni perusahaan yang hingga kini masih menjadi Perusahaan Daftar Sebagian (PDS) tenaga kerjanya.

Deputy Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jatim Dodo Suharto mengungkapkan, kunjungan perusahaan tersebut untuk mengejar capaian target sampai akhir tahun 2019 sebesar Rp6,5 triliun. Sedangkan pendapatan iuran hingga 30 September 2019 masih di angka Rp4,4 triliun.

"Pencapaian saat ini Rp4,4 triliun, sedangkan target kita Rp6,5 triliun sampai akhir tahun ini," ujarnya di sela-sela Media Gathering Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur di Batu, Malang, Senin (14/10/2019).



Menurut Dodo, strategi tersebut jauh lebih efektif dan efisien untuk mengejar di tiga bulan terakhir menjelang akhir 2019 ini. Karena terbukti dengan kunjungan perusahaan menengah dan besar efektifitasnya delapan kali lipat daripada mencari perusahaan baru.

"Jadi dengan mengunjungi perusahaan-perusahaan menengah besar yang terutama masih Perusahaan Daftar Sebagian (PDS), kami yakin bisa mencapai target yang diamanahkan kepada BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur," ujarnya.

Bagi perusahaan yang iurannya masih menunggak, lanjut Dodo, pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, DJKN Jatim dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

"Itu cukup efektif di beberapa tempat. Kejaksaan tinggi sudah menerbitkan surat himbauan, itu sangat efektif sekali untuk meningkatkan kepatuhan peserta BPJS Ketenagakerjaan," tandasnya.

Dari catatan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur, saat ini ada 2.800 perusahaan yang masuk dalam daftar PDS. BPJS TK Jawa Timur menarget, 50% perusahaan yang dikunjungi bisa patuh.

BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim mencatat, hingga 30 September 2019 ini mengalami surplus keuangan. Jumlah iuran yang masuk sebesar Rp4,4 triliun, sementara klaim yang dikeluarkan sebesar Rp2,285 triliun.

Jumlah klaim yang dikeluarkan tersebut terdiri dari empat program BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua dan Pensiun.

Untuk JKK sebanyak 21.506 kasus dengan nilai klaim Rp159 miliar, Jaminan Kematian sebanyak 3.333 kasus dengan nilai Rp91,22 miliar. Untuk Jaminan Hari Tua sebanyak 174.830 kasus dengan nilai Rp2 triliun dan Jaminan Pensiun sebanyak 28.842 kasus dengan nilai Rp18,475 miliar.

Sampai saat ini sudah ada 79.034 perusahaan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jumlah itu terbagi dalam empat katagori yaitu kategori perusahaan mikro sebanyak 41.563, kecil sebanyak 25.300, menengah 10.879 dan besar 1.292. Sehingga total pekerja yang didaftarkan sebanyak 3.092.364 orang.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak