Restrukturisasi Utang Ukraina Ricuh, Kreditur Barat Tekor Rp134 Triliun
Rabu, 04 September 2024 - 20:26 WIB
loading...
A
A
A
Namun, laporan tersebut menyoroti bahwa negosiasi awal antara pemerintah Ukraina dan para pemberi pinjaman yang dimulai pada Juni 2022 tidak berjalan sesuai rencana. Pembicaraan gagal setelah beberapa minggu karena komite inti pemegang obligasi mengeluh bahwa penghapusan utang yang diminta Ukraina secara signifikan melebihi 20% yang diharapkan dan berisiko menimbulkan kerusakan substansial.
Baca Juga: Perang Dagang Jilid II AS vs China Memanas, Siapa yang Menang?
Menurut Reuters, para pemegang obligasi menuntut agar Ukraina segera memulai kembali pembayaran kupon, menawarkan jalan menuju pemulihan pokok utang yang lebih tinggi. Staf IMF dilaporkan bekerja dengan sangat cepat untuk menghitung angka-angka tersebut.
Kiev menawarkan sebuah alternatif dalam bentuk obligasi terkait PDB yang lebih sederhana, dengan para kreditor juga ditawari pembayaran kupon instan yang mereka inginkan, mulai dari 1,75% dan akhirnya naik menjadi 7,75%. Hasil akhir dari pemungutan suara pemegang obligasi adalah lebih dari 97% mendukung.
Baca Juga: Perang Dagang Jilid II AS vs China Memanas, Siapa yang Menang?
Menurut Reuters, para pemegang obligasi menuntut agar Ukraina segera memulai kembali pembayaran kupon, menawarkan jalan menuju pemulihan pokok utang yang lebih tinggi. Staf IMF dilaporkan bekerja dengan sangat cepat untuk menghitung angka-angka tersebut.
Kiev menawarkan sebuah alternatif dalam bentuk obligasi terkait PDB yang lebih sederhana, dengan para kreditor juga ditawari pembayaran kupon instan yang mereka inginkan, mulai dari 1,75% dan akhirnya naik menjadi 7,75%. Hasil akhir dari pemungutan suara pemegang obligasi adalah lebih dari 97% mendukung.
(nng)
Lihat Juga :