alexametrics

Permintaan Sri Mulyani Kepada 5 Anggota BPK Usai Resmi Dilantik

loading...
Permintaan Sri Mulyani Kepada 5 Anggota BPK Usai Resmi Dilantik
Menkeu Sri Mulyani mengaku optimistis kelima anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2019-2024 yang baru saja dilantik bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Foto/Ilustrasi, Dok Setkab
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku optimistis kelima anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2019-2024 yang baru saja dilantik bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Menurutnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan selain pengelolaan keuangan negara seperti belanja, serta pengoptimalan aset.

"Kualitas tata kelola dari keuangan negara selama ini yang menjadi partner, yakni pemerintah dengan BPK berjalan sangat baik. Mereka di dalam temuan-temuannya dan rekomendasi selalu berwujud bagaimana memperbaiki tata kelola dari keuangan negara," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung MA, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Lebih lanjut Ia menginginkan agar semengat perbaikan terus digelorakan. "Saya berharap spirit untuk memperbaiki tata kelola akan terus ditingkatkan, sehingga keuangan negara bisa dipakai untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat," jelasnya.



Sebagai informasi, Mahkamah Agung (MA) melantik lima anggota BPK periode 2019-2024 yakni Pius Lustrilanang, Daniel Lumban Tobing, Hendra Susanto, Achsanul Qosasi, dan Harry Azhar Azis. Pengangkatan kelima anggota tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 101/P Tahun 2019 tentang Pemberhentian dengan Hormat dan Peresmian Keanggotaan BPK. Pengambilan sumpah jabatan dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali.

Kelima Anggota BPK tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR pada 26 September 2019 melalui Keputusan DPR RI No. 26/DPR RI/I/2019-2020 tentang Persetujuan DPR RI terhadap Anggota BPK RI periode 2019-2024.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak