Berani, Pertamina Sebut Utang Pemerintah Jadi Penyebab Kerugiannya

Rabu, 26 Agustus 2020 - 19:44 WIB
loading...
Berani, Pertamina Sebut...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina menyebut utang pemerintah kepada perseroan menjadi faktor pendorong lain atas kerugiannya senilai Rp11,13 triliun pada semester I-2020. Pasalnya, utang kompensasi sebesar Rp96 triliun dan utang subsidi Rp13 triliun belum dibayarkan pemerintah.

Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini menyebut, dari piutang pertamina tersebut, maka diperkirakan kontribusi pemerintah atas kerugian perseroan mencapai 60%. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar membuat Pertamina terbebani utang pemerintah itu.

"Kurs berdampak signifikan karena pembukuan kami fundamentalnya adalah dolar Amerika Serikat. Semua pencatatan dibukukan dalam bentuk dolar AS dan ini berdampak signifikan karena ada piutang kita kepada pemerintah dalam rupiah," ujar Emma dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2020). ( Baca juga:BLT Karyawan Rp600.000 Ditransfer Besok, Menaker: Tenang Nggak Mungkin Nyasar )

Karena itu, Emma mengatakan, pelunasan sisa utang pemerintah kepada Pertamina diyakini menekan kerugian yang saat ini dialami perusahaan migas pelat merah tersebut. Bahkan, dia bilang, bantuan Komisi VII DPR dapat mendorong pemerintah untuk secepatnya melakukan pembayaran.
"Dengan dukungan Bapak Ibu di Komisi VII (DPR) akan melakukan pembayaran, ini akan sangat membantu kami menekan rugi kurs karena ini magnitude besar. Kami hedging di market pun tidak ada flow-nya, tidak liquid. Di market, untuk hedging sebagai mitigasi kurs itu untuk currency Rp100 triliun lebih," ujar dia.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengutarakan, kerugian Pertamina disebabkan oleh menurunnya tingkat konsumsi bahan bakar minyak (BBM), harga minyak, dan pengaruh nilai tukar rupiah terhadap kinerja perseroan.

Meski begitu, Arifin menyebut kerugian yang dialami BUMN di sektor energi itu bisa dimaklumi. Sebab, kondisi Covid-19 yang terjadi saat ini mengtam hampir semua sektor bisnis, baik dalam maupun luar negeri.

"Terkait kerugian Pertamina memang kita ketahui minyak turun, demand turun, kursnya juga terguncang walaupun harga minyak tidak turun pada batasan sekarang. Tapi konsumsi tidak kembali seperti semula. Secara general kita bisa memaklumi karena semua perusahaan terdampak tapi secara perhitungan, yang menghitung yang bisa mengeluarkan angkanya," kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Tak Tepat Kaitkan Utang...
Tak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG, Pakar: Cara Berpikir Fiskal Terlalu Dangkal
Utang Pemerintah Tembus...
Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun, Purbaya: Kita Paling Hati-hati di Dunia
Tere Liye: Suara Lugas...
Tere Liye: Suara Lugas di Tengah Normalisasi Utang Pemerintah
Harga BBM Terjun Bebas!...
Harga BBM Terjun Bebas! Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Kompak Banting Harga, tapi Ada yang Naik!
6 Faktor yang Menyebabkan...
6 Faktor yang Menyebabkan Endapan di Filter Bensin Mobil
Rekomendasi
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Netizen Jepang Tuding...
Netizen Jepang Tuding BTS Diperlakuan Khusus FIFA di Piala Dunia 2026
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Infografis
Rusia Pastikan Smartphone...
Rusia Pastikan Smartphone Jadi Penyebab Kematian Prajuritnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved