alexametrics

Pernyataan Powell Untungkan Dolar AS, Rupiah Tertekan ke Rp14.096

loading...
Pernyataan Powell Untungkan Dolar AS, Rupiah Tertekan ke Rp14.096
Rupiah tertekan 18 poin ke Rp14.096 per USD. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kesepakatan dagang Amerika Serikat dan China yang masih jauh dari harapan, telah mengangkat mata uang safe haven seperti dolar AS, yen Jepang, dan franc Swiss pada Kamis (14/11/2019).

Kondisi tersebut jelas menghantam mata uang aset berisiko, termasuk rupiah. Data Bloomberg pada Kamis ini, mata uang kecintaan kita tertekan 18 poin atau 0,13% ke level Rp14.096 per USD.

Awal perdagangan, rupiah melanjutkan pelemahan sebesar 12 poin menjadi Rp14.090 per USD, berbanding Rabu kemarin di Rp14.078 per USD.



Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada Kamis ini tertekan 13 poin atau 0,09% menjadi Rp14.090 per USD, berbanding level Rp14.077 per USD pada hari lalu.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok kurs tengah rupiah di Rp14.098 per USD, terdepresiasi 16 poin dari Rp14.082 per USD pada Rabu kemarin.

Rupiah semakin tertekan oleh dolar AS, selain ketidakpastian global juga ekonomi AS yang terus tumbuh. Melansir dari CNBC, Kamis (14/11/2019), Ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan dihadapan Kongres AS bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunga bank sentral selama ekonomi masih terus tumbuh.

"Kami tetap pada kebijakan moneter saat ini selama sesuai dengan pertumbuhan ekonomi moderat, pasar tenaga kerja yang kuat, dan angka inflasi sesuai target di 2%," tegas Powell.

Pernyataan Powell tersebut memupus keinginan pemotongan suku bunga lebih lanjut, dimana The Fed telah melakukan pemotongan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini, dimana terakhir pada Oktober lalu.

Hasil ini membuat indeks USD yang melacak kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berada di 98,367, tidak jauh berbeda dengan posisi kemarin di 98,4.

Mata uang safe haven seperti yen Jepang naik disaat ketidakpastian pasar, dengan diperdagangkan pada 108,79 yen per dolar AS. Menguat dari level sebelumnya 108,9.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak