alexametrics

Gara-Gara Ini Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tak Beranjak dari 5%

loading...
Gara-Gara Ini Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tak Beranjak dari 5%
Menkeu Sri Mulyani membeberkan penyebab pertumbuhan ekonomi yang tak beranjak dari 5%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan alasan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di kisaran 5% sejak 2016. Menurut dia, stagnannya pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh rendahnya pertumbuhan investasi.

"Karena krisis keuangan global sebenarnya Indonesia terimbas, pertumbuhan investasi terus-menerus di bawah double digit, paling tinggi hanya tumbuh 7%," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Menurutnya, jika investasi mengalir deras ke dalam negeri, maka pertumbuhan ekonomi di angka 7% sangat memungkinkan. Menkeu menjelaskan, investasi menjadi hal yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, pertumbuhan tak bisa melulu hanya ditopang konsumsi dalam negeri. "Investasi harus tumbuh double digit agar ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 7%," tandasnya.



Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, saat ini pemerintah berupaya meningkatkan investasi dengan memperbaiki birokrasi dan memangkas sejumlah perizinan. Pemerintah akan mengeluarkan Undang-Undang (UU) Omnibus Law yang akan merevisi seluruh aturan sebelumnya. Omnibus Law ini mencakup sektor ketenagakerjaan hingga perpajakan sebagai stimulus mendorong investasi.

"Jadi investasi sangat penting dan Presiden Jokowi melihat ini sebagai lompatan awal untuk ekonomi tumbuh lebih tinggi. Karena tidak bisa ekonomi tumbuh 7% dengan hanya mengandalkan APBN. Itu tidak akan bisa, maka butuh investasi," tegasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak