Hubungan India-China Jadi Kunci Masa Depan Asia dan Dunia

Kamis, 26 September 2024 - 10:02 WIB
loading...
A A A
Sejak saat itu, ada lebih dari selusin putaran pembicaraan yang ditujukan untuk mencari solusi di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) sepanjang 3.500 kilometer (sekitar 2.100 mil), perbatasan yang tidak terdefinisi dengan baik antara kedua negara.

Pada awal bulan ini, Jaishankar mengatakan, bahwa 75% dari "masalah pelepasan keterlibatan" di sepanjang LAC telah "diselesaikan", tetapi masih ada "pekerjaan yang harus dilakukan." Lalu Ia juga mengklarifikasi, bahwa negara-negara itu mampu "memilah banyak hal, titik gesekan, tetapi beberapa masalah untuk patroli perlu diselesaikan."

Terlepas dari perbedaan ini, Jaishankar sebelumnya menegaskan, bahwa New Delhi memutuskan untuk meningkatkan hubungan dengan China selama masa jabatan ketiga Modi sebagai Perdana Menteri. Para menteri luar negeri dari dua negara bersenjata nuklir itu juga berbicara untuk mendukung stabilisasi hubungan, pada pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Laos.

Di New York minggu ini, dia menggambarkan pandemi, konflik, dan peristiwa iklim sebagai "guncangan berulang" yang telah mempercepat perubahan yang sedang dialami dunia. Dia menambahkan bahwa Asia berada di "ujung tombak", akibat dari perubahan ini karena kebangkitan ekonomi kawasan tersebut.

India, yang saat ini merupakan ekonomi terbesar kelima di dunia, dengan PDB sebesar USD3,95 triliun, kemungkinan akan menjadi terbesar ketiga pada akhir dekade ini. Sementara China saat ini berada di peringkat kedua, membuntuti AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
Ditolak AS dan Eropa,...
Ditolak AS dan Eropa, Mobil Listrik China Incar Asia Tenggara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved