alexametrics

PermataBank Luncurkan Rekening Khusus Devisa Hasil Ekspor

loading...
PermataBank Luncurkan Rekening Khusus Devisa Hasil Ekspor
PermataBank mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat perekonomian Indonesia dengan meluncurkan PermataReksus DHE SDA, Rekening Khusus Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - PermataBank mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat perekonomian Indonesia dengan meluncurkan PermataReksus DHE SDA, Rekening Khusus Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam. Dimana nasabah dapat membuka rekening baru atau mengubah kode produk menjadi Reksus DHE SDA/DHE iB SDA dengan syarat dan ketentuan bank.

"Pengenalan ini diberikan kepada nasabah dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No. 1 tahun 2019 dan diperkuat melalui PBI No. 21/3/PBI/2019 mengenai kewajiban penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) atas transaksi Sumber Daya Alam (SDA) mencakup pertambangan, perkebunan, kehutanan dan perikanan, ke dalam suatu rekening khusus," ujar Direktur Utama PermataBank, Ridha DM Wirakusuma di Jakarta, Kamis (5/12).

Dia melanjutkan di tengah perekonomian global yang tidak pasti, merupakan tugas perseroan sebagai bank pilihan nasabah untuk memberikan wawasan mengenai peluang dan tantangan dalam perekonomian Indonesia maupun global di tahun mendatang.



"Sekaligus mengambil momentum pemerintahan baru, kami berharap insight yang diberikan oleh para narasumber yang kami hadirkan hari ini baik dari OJK maupun pelaku industri yang diwakili oleh KADIN dan venture capitalist, Northstar Group membuka pandangan optimisme baru dalam kelangsungan bisnis di tahun 2020," jelasnya.

Sebagai informasi, PermataBank mencatatkan laba bersih yang menguat 121% sebesar 1.1 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba Operasional sebelum Penyisihan Penurunan Nilai Aset tercatat sebesar 15% diangka Rp2,1 triliun. PermataBank mencatatkan kredit sebesar Rp. 107,6 triliun pada September 2019 dengan tumbuh moderat 1.0% yang dikontribusi dari Retail Banking dan Wholesale Banking.

Pertumbuhan kredit netto secara marjinal ini terutama disebabkan percepatan penyelesaian kredit bermasalah yang menyebabkan penurunan jumlah kredit yang diberikan. Secara bruto, kredit sehat yang diberikan tumbuh sebesar 8% dibandingkan dengan tahun lalu, yang dibukukan secara selektif dengan mengutamakan kualitas aset sesuai dengan kerangka kerja manajemen risiko kredit yang lebih pruden.

“Pertumbuhan laba bank yang signifikan dikuartal ketiga ini tidak lepas dari kontribusi pertumbuhan kredit yang pruden dari para nasabah terpercaya kami. Kami berharap Indonesia Economic Outlook yang kami selenggarakan setiap tahunnya dapat mendatangkan manfaat dalam melakukan estimasi bisnis yang tepat dan optimal sebagai mitra strategis PermataBank terutama bersama direktorat Wholesale Banking kami.” tutup Ridha.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak