Menteri Erick Masih Lanjutkan Bersih-bersih BUMN

Jum'at, 06 Desember 2019 - 20:40 WIB
Menteri Erick Masih...
Menteri Erick Masih Lanjutkan Bersih-bersih BUMN
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir masih akan melakukan bersih-bersih di perusahaan BUMN. Hal ini untuk meningkatkan kinerja perseroan pelat merah.

Pasalnya, jika ada pejabat atau direksi BUMN yang tidak baik bakal langsung dibersihkan oleh Erick Thohir untuk menjaga perusahaan milik negara dengan konsep tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). "Ya enggak hanya bersih-bersih Garuda saja. Kalau memang ada yang kotor-kotor, kita bongkar," ujar Erick di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Dia mengaku sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo dalam membersihkan BUMN. Hal ini seiring visi dan misi Presiden dalam meningkatkan kinerja BUMN.

"Pak presiden membuat pernyataan cukup terbuka, bongkar total BUMN kalau tidak benar. (Hal ini) saya rasa sangat poistif dan sudah waktunya bersih-bersih," jelasnya.

Dia pun menekankan bersih-bersih di perusahaan plat merah ini bukan untuk kepentingan pribadi melainkan untuk meningkatkan kinerja BUMN. "Saya enggak mau juga ada pesan yang salah ya, bagaimana pemerintah mengintervensi atau masuk ke dalam segi korporasi apalagi perusahaan terbuka," jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMN Perkebunan Dukung...
BUMN Perkebunan Dukung Aksi Bersih-bersih Perusahaan Pelat Merah
Menteri Erick Thohir...
Menteri Erick Thohir Sebut Manusia Lahir Sudah Korupsi, Nah Loh?
Apresiasi atas Korporasi...
Apresiasi atas Korporasi yang Sukses Terapkan GRC dan GCG
BRI Raih Penghargaan...
BRI Raih Penghargaan ASEAN Corporate Governance Scorecard, Bukti Komitmen Tata Kelola Unggul
Refly: Susah Tegakkan...
Refly: Susah Tegakkan Good Governance Kalau Pelanggarnya di Pusat Kekuasaan
Cegah Praktik Penyelewengan,...
Cegah Praktik Penyelewengan, PLN Gandeng Kejagung
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
21 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
48 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved