Efek Hujan Rudal di Timur Tengah, Harga Minyak Melonjak 2% Lebih
Rabu, 02 Oktober 2024 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 3 Kerugian Ekonomi Lebanon Akibat Invasi Darat Israel, Muncul Krisis Berkepanjangan
Dalam eskalasi konflik lainnya, militer Israel pada hari Rabu mengirim infanteri reguler dan unit lapis baja untuk bergabung dalam operasi darat di Lebanon selatan melawan Hizbullah yang didukung Iran. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadwalkan pertemuan tentang Timur Tengah pada hari Rabu, dan Uni Eropa menyerukan gencatan senjata segera.
Analis ANZ mengatakan produksi minyak Iran naik ke level tertinggi dalam enam tahun sebesar 3,7 juta barel per hari (bpd) pada bulan Agustus. "Eskalasi besar-besaran oleh Iran berisiko menyeret AS ke dalam perang," kata Capital Economics dalam sebuah catatan. "Iran menyumbang sekitar 4% dari produksi minyak global, tetapi pertimbangan penting adalah apakah Arab Saudi akan meningkatkan produksi jika pasokan Iran terganggu."
Panel menteri dari OPEC+, yang mencakup Rusia, bertemu pada hari Rabu untuk meninjau pasar, tanpa perubahan kebijakan yang diharapkan. Kelompok tersebut akan menaikkan produksi mulai Desember sebesar 180.000 barel per hari per bulan. "Setiap saran bahwa kenaikan produksi akan dilanjutkan dapat mengimbangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah," kata analis ANZ.
Dalam eskalasi konflik lainnya, militer Israel pada hari Rabu mengirim infanteri reguler dan unit lapis baja untuk bergabung dalam operasi darat di Lebanon selatan melawan Hizbullah yang didukung Iran. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadwalkan pertemuan tentang Timur Tengah pada hari Rabu, dan Uni Eropa menyerukan gencatan senjata segera.
Analis ANZ mengatakan produksi minyak Iran naik ke level tertinggi dalam enam tahun sebesar 3,7 juta barel per hari (bpd) pada bulan Agustus. "Eskalasi besar-besaran oleh Iran berisiko menyeret AS ke dalam perang," kata Capital Economics dalam sebuah catatan. "Iran menyumbang sekitar 4% dari produksi minyak global, tetapi pertimbangan penting adalah apakah Arab Saudi akan meningkatkan produksi jika pasokan Iran terganggu."
Panel menteri dari OPEC+, yang mencakup Rusia, bertemu pada hari Rabu untuk meninjau pasar, tanpa perubahan kebijakan yang diharapkan. Kelompok tersebut akan menaikkan produksi mulai Desember sebesar 180.000 barel per hari per bulan. "Setiap saran bahwa kenaikan produksi akan dilanjutkan dapat mengimbangi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah," kata analis ANZ.
(fjo)
Lihat Juga :