Frustrasi dengan AS, Argentina Cari Perlindungan ke China
Senin, 07 Oktober 2024 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
China telah menginvestasikan sekitar USD155 miliar setara Rp2.421 triliun (Kurs Rp15.624 per USD) dalam proyek infrastruktur di wilayah Amerika Latin sejak 2005. Salah satu investasi ambisius China bernilai miliaran dolar yakni megaport Peru, yang bakal mengikat ekonomi kawasan lebih dekat dengan tetangganya.
Pejabat AS - termasuk Jenderal Laura Richardson, komandan Komando Selatan AS - telah memperingatkan pemerintah Amerika Latin untuk berhati-hati saat bersekutu dengan Beijing, lantaran tingkat keberhasilannya yang sedikit.
Kunjungan Milei yang direncanakan ke Beijing untuk Forum China-CELAC (Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia) datang sebagai syarat untuk kesepakatan China membuka blokir pertukaran mata uang, seperti yang dilaporkan sebelumnya.
Patricio Giusto dari Observatorium Sino-Argentina di Buenos Aires menyarankan, bahwa perubahan sikap Milei mungkin karena kekecewaan dengan tanggapan AS terhadap tawaran awalnya.
"Saya pikir Milei tidak pernah memahami sifat dan dinamika kebijakan luar negeri AS," saran Giusto.
"Dia berpikir bahwa mengungkapkan keselarasan total akan cukup untuk mendapatkan dukungan keuangan dan investasi dari AS. Dan tidak bekerja seperti itu," sambungnya.
Giusto menambahkan, bahwa pragmatisme Milei dalam menghadapi tantangan ekonomi Argentina mungkin juga menjelaskan pergeseran tersebut. Meskipun berhasil mengendalikan inflasi yang tinggi, negara ini telah mengalami peningkatan kemiskinan ekstrem.
Pejabat AS - termasuk Jenderal Laura Richardson, komandan Komando Selatan AS - telah memperingatkan pemerintah Amerika Latin untuk berhati-hati saat bersekutu dengan Beijing, lantaran tingkat keberhasilannya yang sedikit.
Kunjungan Milei yang direncanakan ke Beijing untuk Forum China-CELAC (Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia) datang sebagai syarat untuk kesepakatan China membuka blokir pertukaran mata uang, seperti yang dilaporkan sebelumnya.
Patricio Giusto dari Observatorium Sino-Argentina di Buenos Aires menyarankan, bahwa perubahan sikap Milei mungkin karena kekecewaan dengan tanggapan AS terhadap tawaran awalnya.
"Saya pikir Milei tidak pernah memahami sifat dan dinamika kebijakan luar negeri AS," saran Giusto.
"Dia berpikir bahwa mengungkapkan keselarasan total akan cukup untuk mendapatkan dukungan keuangan dan investasi dari AS. Dan tidak bekerja seperti itu," sambungnya.
Giusto menambahkan, bahwa pragmatisme Milei dalam menghadapi tantangan ekonomi Argentina mungkin juga menjelaskan pergeseran tersebut. Meskipun berhasil mengendalikan inflasi yang tinggi, negara ini telah mengalami peningkatan kemiskinan ekstrem.
Lihat Juga :