Timur Tengah Membara, S&P: Ekonomi Global Masuki Masa Berbahaya

Rabu, 09 Oktober 2024 - 14:03 WIB
loading...
A A A
Namun, seperti dilansir CNBC, Rabu (9/10/2024), Yergin memperkirakan pembalasan Israel tidak hanya akan menjadi pengulangan serangan pada April lalu, tetapi sesuatu yang "jauh lebih kuat." Bulan April lalu, Iran dan Israel saling serang, meski akhirnya terhindar dari perang skala penuh. Iran menembakkan ratusan rudal balistik dan pesawat nirawak ke Israel sebagai balasan atas serangan terhadap fasilitas diplomatik Iran di Suriah.

Ketika ditanya apakah ekonomi global berada di ambang guncangan pasokan lain yang diakibatkan oleh ketegangan Timur Tengah, Yergin mengatakan ini adalah waktu yang genting bagi pasar. "Saya pikir ini adalah waktu yang sangat berbahaya, yang belum pernah kita lihat," katanya. Selain itu, meskipun Yergin menyatakan bahwa tidak pasti apakah Iran memiliki senjata nuklir yang beroperasi, hal itu masih "tentu saja masih dalam latar belakang," khususnya melalui sudut pandang Israel.

Baca Juga: Iran Tegaskan Sepenuhnya Siap untuk Perang

"Pertaruhannya adalah bahwa Israel tidak akan menyerang, mencoba menyerang, fasilitas nuklir saat ini. Namun beberapa bulan dari sekarang, beberapa minggu dari sekarang, apa pun itu, Iran akan memiliki kapasitas — diperkirakan — untuk mengirimkan senjata nuklir, dan itu meningkatkan taruhannya," katanya, menyamakan momen itu dengan Krisis Rudal Kuba tahun 1962.

Meski begitu, Israel jauh lebih peduli dengan fasilitas nuklir Iran daripada industri minyak Iran, kata Pavel Molchanov, direktur pelaksana perusahaan jasa investasi Raymond James. Program nuklir Iran telah berkembang ke tahap di mana, dalam waktu sekitar satu minggu, negara itu berpotensi memperkaya uranium yang cukup untuk lima senjata fisi, menurut perkiraan Iran Watch, situs web yang diterbitkan oleh Proyek Wisconsin tentang Pengendalian Senjata Nuklir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Pasokan Minyak Dunia...
Pasokan Minyak Dunia Lenyap 1,5 Juta Barel per Hari, Pasar Energi Bakal Terguncang?
Arab Saudi Diprediksi...
Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Meroket dalam Hitungan Jam usai AS Serang Iran Lagi
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Rupiah Tembus Rp17.800: Nggak Ada Masalah
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Rekomendasi
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Berita Terkini
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved