Tanpa Gas Murah Rusia, CEO Gazprom: Uni Eropa Melakukan Bunuh Diri Energi

Jum'at, 11 Oktober 2024 - 20:38 WIB
loading...
Tanpa Gas Murah Rusia,...
CEO Gazprom, Aleksey Miller mengatakan, produksi industri Eropa berada pada rekor terendah dan ekonomi menderita tanpa gas Rusia yang murah. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Kehilangan pasokan gas murah Rusia , membuat industri Uni Eropa (UE) diibaratkan seperti sedang melakukan bunuh diri. CEO Gazprom , Aleksey Miller mengatakan, produksi industri Eropa berada pada rekor terendah dan ekonomi menderita tanpa gas Rusia yang murah.

Pernyataan bos raksasa energi asal Rusia itu muncul, setelah pemerintah Jerman memperingatkan adanya ancaman resesi pada tahun 2024 untuk menjadi kedua kalinya secara beruntun. Dalam Forum Gas Internasional St. Petersburg, Miller mengutarakan, pasar gas Uni Eropa sedang melihat 'kehancuran permintaan'.

Baca Juga: Resesi Mengancam Ekonomi Terbesar Uni Eropa Diwarnai Runtuhnya Pesanan Industri

Istilah ini mengacu pada situasi di mana harga yang terus-menerus melonjak tinggi saat terbatasnya pasokan komoditas tertentu yang menyebabkan permintaan lebih rendah serta memicu pencarian alternatif.

"Beberapa (ahli) mengatakan bahwa (situasi) ini dapat digambarkan sebagai bunuh diri energi Eropa," kata kepala raksasa energi yang dikelola negara Rusia.

Ia juga menambahkan, bahwa "lokomotif ekonomi" telah berubah menjadi "orang sakit dari Eropa," tambah Miller mengacu pada kondisi industri Jerman.

Diketahui Jerman sebagai ekonomi terbesar Uni Eropa pada tahun lalu berkontraksi 0,3% ketika perlambatan dikaitkan dengan penurunan tajam dalam impor gas pipa dari Rusia. PDB Jerman lebih lanjut diperkirakan akan turun 0,2% pada tahun ini, seperti diumumkan oleh Kementerian Ekonomi Berlin pada hari Rabu, kemarin.

Kondisi ini akan menandai tahun kedua berturut-turut bagi Jerman yang jatuh ke dalam jurang resesi.

Miller berpendapat bahwa "deindustrialisasi Eropa" akan berlanjut, serta memperingatkan volatilitas di pasar gas dapat menyebabkan "guncangan harga gas dan gangguan pasokan."

Menurut Bos Gazprom, kebijakan Uni Eropa telah mengakibatkan penurunan hampir 10% untuk produksi industri di blok tersebut, ke tingkat terendah dalam satu dekade. Industri Eropa tidak akan menjadi lebih kompetitif, ucap Miller.

Uni Eropa sebelumnya menerima sebagian besar gas Rusia melalui pipa Nord Stream, tetapi pasokan berhenti tanpa batas waktu setelah infrastruktur bawah laut tersebut rusak dalam serangan sabotase pada September 2022, lalu.

Baca Juga: Debat Soal Nord Stream di PBB, China Dukung Rusia Melawan Barat

Menurut statistik Uni Eropa, pangsa Rusia dalam pasokan gas Uni Eropa anjlok dari 45% pada tahun 2021 menjadi 15% di 2023. Gas Rusia saat ini dikirim ke Eropa Barat dan Tengah melalui Ukraina, berdasarkan kontrak yang ditandatangani oleh Gazprom dan Naftogaz pada tahun 2019. Namun kabar terbaru, Kiev mengaku tidak berniat memperpanjang perjanjian ketika berakhir pada akhir tahun ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
5 Kemenangan Terbesar...
5 Kemenangan Terbesar Spanyol di Piala Dunia: Arab Saudi Ikut Jadi Korban
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Uni Eropa Mempertimbangkan...
Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved