Ekonomi Israel Harus Membayar Mahal Perang dengan Iran

Senin, 14 Oktober 2024 - 18:23 WIB
loading...
A A A
Flug, mantan gubernur Bank of Israel dan sekarang wakil presiden penelitian di Institut Demokrasi Israel, mengatakan ada risiko memangkas investasi. "Itu akan mengurangi potensi pertumbuhan (ekonomi) ke depan," katanya.

Para peneliti di Institute for National Security Studies juga memprediksi suramnya ekonomi Israel.

Bahkan penarikan dari Gaza dan ketenangan di perbatasan dengan Lebanon akan membuat ekonomi Israel dalam posisi yang lebih lemah daripada sebelum perang, kata para analis dalam sebuah laporan pada bulan Agustus. "Israel diperkirakan akan menderita kerusakan ekonomi jangka panjang terlepas dari hasilnya," tulis mereka.

Pada akhir Agustus – sebulan sebelum Israel melakukan serangan di ibu kota Lebanon dan serangan darat terhadap Hizbullah – Institut Studi Keamanan Nasional memperkirakan bahwa hanya satu bulan "perang intensitas tinggi" di Lebanon melawan kelompok militan, dengan "serangan intensif" yang merusak infrastruktur Israel, dapat menyebabkan defisit anggaran Israel melonjak menjadi 15% dan PDB-nya berkontraksi hingga 10% tahun ini.

Sektor lain dari ekonomi Israel, yangan mengalami tekanan adalah sektor pertanian. Meski beban yang ditanggung tidak lebih besar dari sektor teknologi, sektor pertanian dan konstruksi menghadapi berbagai persoalan.

Salah satunya yakni mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh warga Palestina yang izin kerjanya telah ditangguhkan sejak Oktober tahun lalu, mendorong lonjakan harga sayuran segar dan menyebabkan penurunan tajam dalam pembangunan rumah.

Pariwisata juga mengalami gejolak, dengan merosotnya kunjungan wisatawan. Kementerian pariwisata Israel memperkirakan bahwa penurunan wisatawan asing telah diterjemahkan menjadi hilangnya pendapatan USD4,9 miliar sejak dimulainya perang.

The Norman, sebuah hotel butik di Tel Aviv, harus memberhentikan beberapa staf dan memangkas tarif hotel hingga 25%, sebagian karena beberapa fasilitasnya dipaksa tutup untuk menghemat biaya.

Tingkat hunian juga turun drastis, dari sebelumnya di atas 80% sebelum perang menjadi di bawah 50% saat ini, menurut manajer umum hotel Yaron Liberman seperti dilansir CNN.

Pebisnis Israel Goyah


Menurut perusahaan survei bisnis CofaceBDI, sekitar 60.000 perusahaan Israel akan tutup tahun ini karena kekurangan tenaga kerja, gangguan logistik, dan sentimen bisnis yang lemah. Pada gilirannya rencana investasi harus ditunda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Rekomendasi
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved