Perkuat Ekosistem Ekspor saat TEI 2024, IEC Boyong 22 Perusahaan

Kamis, 17 Oktober 2024 - 15:43 WIB
loading...
Perkuat Ekosistem Ekspor...
Indonesian Export Channel (IEC), asosiasi dan platform pembelajaran ekspor kembali memperkuat perannya sebagai fasilitator utama dalam dunia ekspor dengan berpartisipasi di Trade Expo Indonesia (TEI) 2024. Foto/Dok
A A A
TANGERANG - Indonesian Export Channel (IEC), asosiasi dan platform pembelajaran ekspor kembali memperkuat perannya sebagai fasilitator utama dalam dunia ekspor dengan berpartisipasi di Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 . Pameran ini berlangsung pada 9 hingga 12 Oktober 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City.

Partisipasi tahun ini menandai tahun ketiga berturut-turut IEC mengikuti TEI, yang merupakan ajang tahunan terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk mempertemukan eksportir lokal dengan buyer internasional.

Baca Juga: Pacu Transformasi UMKM Indonesia, dari Digitalisasi Menuju Go Export

Dengan tema "Memperluas Pasar Global melalui Kolaborasi dan Inovasi", IEC hadir dengan misi untuk memfasilitasi pelaku usaha di bidang ekspor, membantu mereka menemukan peluang pasar baru, dan mendorong terciptanya lebih banyak transaksi bisnis yang berdampak pada peningkatan ekspor nasional.

Komitmen IEC: Membangun Ekosistem Ekspor yang Kuat

Sebagai bagian dari komitmennya, Indonesian Export Channel (IEC) membawa 22 perusahaan terkurasi dari berbagai sektor untuk memamerkan produk unggulan mereka kepada buyer internasional dalam Trade Expo Indonesia 2024. Produk yang dipamerkan mencakup berbagai komoditas potensial, seperti briket arang kelapa, fast-moving consumer goods (FMCG), essential oil, gula kelapa, rempah - rempah, kopi, furniture, food and beverages hingga produk kerajinan tangan.

Produk-produk ini diharapkan dapat menarik minat buyer internasional dan membantu memperluas jaringan pasar global bagi eksportir Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi antara lain PT HNF Alam Sejahtera, PT Metro Impex Makmur, CV Nucifera Hiro Indonesia, PT Suma Briket Premium, CV Serene Harmoni Indonesia, PT Inti Agro Solution (Global Essential Oil).

PT Anto Antar Sejagat, PT Agri Ekspor Indonesia, PT Aneka Unggulan Nusantara, PT Gastrus Bintang Gemilang, PT Indah Tata Buana, PT Inti Alam Andalas, PT Maffin Sukses Berjaya, PT Nusantara Jagadhita Utama, PT Sumber Sejahtera Mandiri Industri, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, PT Suntara Perintis Jaya, PT Karta Natur Asia, MIND ID, CV Arva Indonesia, CV Yumeda Pangan Sejahtera (Sweet Sundae Indonesia), dan PT Cerita Ragam Nusantara (Jiwanta).Sejahtera (Sweet Sundae Indonesia), dan PT Cerita Ragam Nusantara (Jiwanta).

Selain itu, IEC juga bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang membawa produk-produk unggulan daerah seperti abon ikan gabus, keripik pisang, kopi bubuk kemasan, dan kerupuk ikan gabus. Partisipasi dari berbagai daerah ini diharapkan dapat meningkatkan citra ekspor lokal di mata buyer internasional dan memperluas jangkauan pasar.

Dukungan Sponsor dan Kolaborasi Strategis

Partisipasi Indonesian Export Channel di TEI 2024 didukung oleh sejumlah sponsor penting, termasuk Mind ID, Bank Syariah Indonesia (BSI), Rays Group Indonesia, dan PT Metro Impex Makmur. Dukungan ini memungkinkan IEC untuk memberikan fasilitas terbaik bagi para tenant yang tergabung dalam booth IEC, yang diharapkan mampu menarik minat buyer potensial dan mendorong terciptanya transaksi bisnis bernilai tinggi.

Pelatihan dan Fasilitas Khusus untuk Tenant

Untuk memaksimalkan kesiapan para eksportir menghadapi buyer internasional, IEC memberikan pelatihan dan mentorship intensif selama satu bulan sebelum pameran berlangsung. Pelatihan ini dirancang untuk mempersiapkan para eksportir agar mampu berinteraksi dengan buyer dengan cara yang profesional dan efektif.

Selain itu, setelah pameran, para tenant masih akan mendapatkan pendampingan ekspor selama satu tahun penuh. Pendampingan ini mencakup mentoring dari praktisi berpengalaman serta fasilitas tambahan, seperti akses data buyer internasional sampai harga terbaik dari layanan pengiriman internasional.

Ketua Umum Indonesian Export Channel, Ronnie Aban menerangkan, kehadiran IEC di TEI sejak 2022 tidak hanya bertujuan untuk memfasilitasi eksportir, tetapi juga untuk membangun ekosistem ekspor yang lebih kuat.

"Kami berharap dengan partisipasi kami di TEI, para tenant bisa mencapai closing deal dengan buyer internasional. Selain itu, IEC sendiri juga dapat memperluas jaringan buyer baru yang akan membantu pertumbuhan ekspor di Indonesia," ungkap Ronnie.

Sekretaris Jenderal IEC sekaligus Ketua Panitia Booth IEC untuk TEI 2024, Dwi Rayindra Marchiano menyampaikan, ada berbagai fasilitas khusus, mulai dari pelatihan, pendampingan ekspor, hingga bantuan dalam mendapatkan data buyer dan pembuatan katalog agar sesuai standar ekspor.

"Harapan kami, para tenant bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk memperluas pasar dan mengoptimalkan peluang bisnis internasional mereka," ujarnya.

Baca Juga: Memikat Pengunjung TEI 2023, Indonesian Export Channel Bantu Mempersiapkan Eksportir

Ray juga menambahkan bahwa IEC berencana untuk terus berpartisipasi dalam ajang TEI setiap tahunnya, dengan harapan dapat semakin memperkuat peran Indonesia dalam perdagangan internasional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved