Prediksi 3 Efek BRICS yang Akan Dirasakan Amerika dan The Fed

Jum'at, 18 Oktober 2024 - 13:52 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Kapal Pesiar Mewah Pangeran Arab Saudi Tabrak Dermaga hingga Rusak Parah

Perkembangan ini akan menghadirkan peluang investasi yang unik, sekaligus menimbulkan risiko bagi investasi yang ada karena perubahan lanskap yang mengubah kebijakan moneter dan memperburuk ketegangan geopolitik.

Karena alasan tersebut, investor harus memantau dengan saksama perkembangan mata uang BRICS yang mungkin terbentuk. Dan, jika blok tersebut akhirnya menciptakannya, penting untuk memperhatikan dampak mata uang tersebut terhadap ekonomi anggota BRICS dan pasar global yang lebih luas.

Namun, sebuah studi terkini oleh Pusat GeoEkonomi Atlantic Council yang dirilis pada Juni 2024 menunjukkan bahwa dolar AS masih jauh dari tergeser sebagai mata uang cadangan utama dunia.

"Dollar Dominance Monitor milik kelompok tersebut mengatakan bahwa dolar terus mendominasi kepemilikan cadangan mata uang asing, penagihan perdagangan, dan transaksi mata uang secara global dan perannya sebagai mata uang cadangan global utama aman dalam jangka pendek dan menengah," lapor Reuters.

Pada akhirnya, dampak mata uang BRICS baru terhadap dolar AS akan bergantung pada pengadopsiannya, persepsi stabilitas-nya, dan sejauh mana mata uang tersebut dapat menawarkan alternatif yang layak terhadap hegemoni dolar yang sudah berlangsung lama.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Rekomendasi
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Lisa BLACKPINK Raup...
Lisa BLACKPINK Raup Nilai Komersial Rp198 Miliar usai Tampil di Piala Dunia 2026
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved