Ramalan Ledakan Utang Jumbo China: 3 Tahun Lagi Tambah Rp12.984 Triliun
Minggu, 20 Oktober 2024 - 12:08 WIB
loading...
China berpeluang mengumpulkan 6 triliun yuan, atau USD850 miliar yang setara Rp12.984 triliun (Kurs Rp15.276 per USD) dengan menerbitkan obligasi selama tiga tahun ke depan. Foto/Dok
A
A
A
BEIJING - China diprediksi bakal terus menarik utang baru dalam beberapa tahun ke depan, seiring stimulus fiskal yang sedang disiapkan. Dilansir media lokal Caixin Global dalam sebuah laporan terbaru menerangkan, Beijing berpeluang mengumpulkan 6 triliun yuan, atau USD850 miliar yang setara Rp12.984 triliun (Kurs Rp15.276 per USD) dengan menerbitkan obligasi selama tiga tahun ke depan.
Uang itu dapat digunakan sebagai stimulus fiskal dan untuk membantu 'utang' di pemerintah daerah. Jika diterapkan, langkah-langkah tersebut akan menandai rencana kebijakan berikutnya yang telah diluncurkan China untuk meningkatkan ekonominya yang melorot.
Baca Juga: Utang China Tembus Rp39.000 Triliun, 5 Kali Lipat dari Indonesia
Beijingdapat menambah utang barunya hampir USD1 triliun yang jika dirupiahkan bisa mencapai Rp15.276 triliun dalam 3 tahun ke depan untuk menghidupkan kembali ekonomi China .
Pemerintah meluncurkan paket stimulus moneter baru pada akhir September, yang mencakup langkah-langkah seperti menurunkan suku bunga dan menyuntikkan USD114 miliar ke bursa saham nasional.
Dalam pengarahan belum lama ini, Menteri Keuangan China, Lan Fo'an mengatakan, Beijing sedang mempersiapkan stimulus fiskal tambahan. Dimana defisit negara berjuluk Negeri Tirai Bambu itu bisa terus melebar.
Uang itu dapat digunakan sebagai stimulus fiskal dan untuk membantu 'utang' di pemerintah daerah. Jika diterapkan, langkah-langkah tersebut akan menandai rencana kebijakan berikutnya yang telah diluncurkan China untuk meningkatkan ekonominya yang melorot.
Baca Juga: Utang China Tembus Rp39.000 Triliun, 5 Kali Lipat dari Indonesia
Beijingdapat menambah utang barunya hampir USD1 triliun yang jika dirupiahkan bisa mencapai Rp15.276 triliun dalam 3 tahun ke depan untuk menghidupkan kembali ekonomi China .
Pemerintah meluncurkan paket stimulus moneter baru pada akhir September, yang mencakup langkah-langkah seperti menurunkan suku bunga dan menyuntikkan USD114 miliar ke bursa saham nasional.
Dalam pengarahan belum lama ini, Menteri Keuangan China, Lan Fo'an mengatakan, Beijing sedang mempersiapkan stimulus fiskal tambahan. Dimana defisit negara berjuluk Negeri Tirai Bambu itu bisa terus melebar.
Lihat Juga :